Warga terlihat antusias mengikuti uji coba Car Free Day (CFD) perdana di Jalan Teuku Umar Barat, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Minggu (30/8/2026). Sejumlah warga tampak mengikuti CFD pertama tersebut.
Febri adalah satu dari sekian warga Badung yang datang dalam CFD itu. Ia datang bersama dua temannya setelah mendapatkan informasi ada CFD di grup Yowana Kerobokan. Febri penasaran dengan CFD tersebut karena baru pertama kali digelar di Badung.
"Karena pertama kali ya di sini ada CFD, jadi kayak kepo gitu, jadi datang ke sini. Ya, bisa dibilang antusias (dan) senang karena lumayan juga pagi-pagi dapet olahraga," ujar perempuan 21 tahun itu saat ditemui di area CFD, Minggu (30/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Febri sempat berniat mengikuti permainan dari salah satu stan dalam kegiatan tersebut. Namun, karena antreannya cukup panjang, ia memilih untuk tidak ikut dan hanya berjalan-jalan di sekitar lokasi.
Febri berharap CFD di Badung dapat dilaksanakan rutin setiap akhir pekan. Namun, ia menilai area parkir perlu dievaluasi agar warga tidak kebingungan mencari tempat untuk memarkir kendaraan. Selain itu, ia juga berharap rute CFD ini dapat diperpanjang.
"Masukannya mungkin dari parkir aja sih, maksudnya kayak parkirnya masih enggak tahu parkir di mana. Mungkin lebih ditata lagi, dan area-area untuk CFD-nya mungkin bisa di agak dipanjangin, atau mungkin tetap disegini enggak apa-apa juga sih," ungkap Febri.
Selain Febri, ada warga bernama Agung asal Banjar Pengubengan Kangin, Kelurahan Kerobokan Kelod, yang datang bersama istri dan anaknya ke CFD. Mereka sengaja datang ke CFD untuk berolahraga.
"Paling senang sih olahraga. Jadi kesempatan sih kalau emang ada CFD kayak gini tuh bagus buat warga-warga sini yang suka olahraga," kata Agung.
Agung biasanya berolahraga di kawasan CFD Renon, Denpasar. Namun, karena kali ini digelar di Badung dan lokasinya lebih dekat dengan tempat tinggalnya, ia memilih mencoba CFD tersebut.
Meski antusias dengan adanya CFD di Badung, Agung berharap rute yang digunakan dapat diperpanjang. Menurutnya, rute CFD yang saat ini masih kurang dari 1 kilometer (km) kurang memuaskan untuk aktivitas olahraga.
"Cuman kurang panjang aja treknya. Kurang panjang. Ini kan cuma sampai perempatan, jadi kurang puas sih. Ya, kalau bisa sampai ujung perempatan sana yang di LP Kerobokan itu," imbuh pria 32 tahun itu.
Agung juga berharap CFD dapat terus dilaksanakan secara rutin dan ke depan bisa makin tertata dan ramai.
Respons Bupati Badung
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, mengatakan masukan warga terkait parkir menjadi salah satu hal yang akan dievaluasi setelah uji coba perdana. Penentuan kantong parkir akan dipertimbangkan agar tidak mengganggu pengguna jalan lain.
"Kami ini kan baru uji coba pertama kan. Setelah kami lihat ini, di mana kira-kira tempat kantong parkirnya biar enggak juga mengganggu pengguna jalan yang lain kan gitu. Sehingga nanti sama-sama jalanlah semuanya," ujar Adi Arnawa.
Selain penataan parkir, Adi Arnawa juga berencana memperpanjang ruang publik yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat melalui program pembebasan jalan dari Teuku Umar Barat menuju perempatan Kelurahan Kerobokan Tengah.
"Kami juga punya program ke depannya akan melanjutkan pembebasan jalan dari Teuku Umar Barat ini menuju perempatan Kerobokan Tengah tadi. Sehingga nanti harapan kita, dengan begitu nanti akan makin panjang space-nya," jelas Adi Arnawa.
Diberitakan sebelumnya, uji coba CFD pertama dilakukan di Jalan Teuku Umar Barat, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Bali, Minggu (30/8/2026). Uji coba dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung.
Uji coba CFD digelar mulai pukul 06.00 hingga 08.00 Wita di ruas Jalan Teuku Umar Barat, mulai dari kawasan Bali Kiddy School hingga lampu merah Jalan Tangkuban Perahu. Arus lalu lintas dari arah Denpasar menuju Badung dialihkan melalui Jalan Persada dan Jalan Tangkuban Perahu selama pelaksanaan uji coba CFD.
(iws/iws)