detikBali

Lapak Toleransi Hadir di CFD Renon, Warga Teken Petisi Anti IRET dan Bullying

Terpopuler Koleksi Pilihan

Lapak Toleransi Hadir di CFD Renon, Warga Teken Petisi Anti IRET dan Bullying


Putu Yonata Udawananda - detikBali

Lapak Toleransi yang digelar di Areal CFD Renon, Denpasar, Minggu (9/8/2026) (Putu Yonata/detikBali)
Foto: Lapak Toleransi yang digelar di Areal CFD Renon, Denpasar, Minggu (9/8/2026) (Putu Yonata/detikBali)
Denpasar -

Suasana di Car Free Day (CFD) Renon, Denpasar, turut diwarnai dengan hadirnya Lapak Toleransi yang dihadirkan oleh Duta Damai Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Densus 88 Antiteror Polri, dan Polda Bali.

Antusiasme masyarakat mengunjungi lapak tersebut terlihat pada hari pertama digelarnya lapak tersebut, Minggu (9/8/2026) pagi. Masyarakat dari beragam kalangan dan usia mampir untuk melihat sosialisasi dan pesan toleransi yang disampaikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk kegiatan di Car Free Day ini pertama kali kami lakukan dengan harapan ke depannya bisa menjadi keberlanjutan kami," kata Humas Duta Damai BNPT RI Provinsi Bali, Bunga Krisna, saat ditemui di lokasi.

Lapak Toleransi ini memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk menjaga toleransi sekaligus menghindari perbuatan Intoleran, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) serta bullying. Selain itu, masyarakat yang hadir ke CFD Renon juga bisa berkontribusi dengan menandatangani petisi Anti IRET dan bullying sekaligus menuliskan harapan mereka.

ADVERTISEMENT

Ratusan masyarakat turut berkontribusi untuk menandatangani petisi tersebut dan menuliskan harapan mereka pada hari pertama lapak ini digelar.

Bunga menerangkan jika pihaknya biasanya melakukan sosialisasi serupa ke sekolah-sekolah yang ada di Bali. Kini dia juga memilih CFD Renon karena banyaknya masyarakat yang beraktivitas di sana.

Dia berharap bisa menarik perhatian orang-orang di tengah aktivitasnya untuk mengunjungi lapak dan mendapatkan pesan-pesan yang disampaikan. Selain itu, pesan itu juga bisa disebarluaskan dari mulut ke mulut soal Anti IRET dan bullying tersebut.

"Kami harap dengan beberapa orang yang sudah mampir ke lapak kami dapat memberikan insight seperti itu dan menyebarluaskan kepada masyarakat, pada keluarga, dan pada orang-orang terdekatnya," tuturnya.

Salah satu masyarakat yang mengunjungi Lapak Toleransi, Tama (36) mengaku tertarik melihat Lapak Toleransi ketika melintas di area CFD. Selain menyuarakan pesan toleransi, menurutnya kegiatan ini juga menarik karena diusung oleh generasi muda.

Menurutnya pesan toleransi dan anti bullying memang harus diteruskan dari generasi ke generasi. Terlebih menurutnya banyak kasus bullying yang terjadi di kalangan pelajar yang seharusnya bisa dihentikan.

"Mungkin di tengah hiruk-pikuk Bali yang sudah luar biasa, kita tetap menjaga Bali tetap harmonis, itu aja," tutur Tama.

Lapak Toleransi ini ditargetkan akan diadakan di tengah CFD secara rutin untuk menyebarkan pesan yang sama kepada masyarakat.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads