detikBali

Pengungsi di Nagekeo Dapat Makan-Minum Gratis dari Dapur Polri

Terpopuler Koleksi Pilihan

Pengungsi di Nagekeo Dapat Makan-Minum Gratis dari Dapur Polri


Sui Suadnyana, Yufengki Bria - detikBali

Suasana pengungsi di pos pengungsian Lapangan Berdikari Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT), Sabtu (29/8/2026) malam. (Yufengki Bria/detikBali)
Foto: Suasana pengungsi di pos pengungsian Lapangan Berdikari Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT), Sabtu (29/8/2026) malam. (Yufengki Bria/detikBali)
Nagekeo -

Para pengungsi di pos pengungsian Lapangan Berdikari Danga, Kecamatan Aesesa, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), kebagian makanan dan minuman gratis dari dapur lapangan milik Polri.

Pos pengungsian Lapangan Berdikari Danga didominasi oleh warga Desa Marapokot, Nangadhero, dan Tonggurambang. Ketiga desa ini terdampak parah gempa bumi M 7,7 pada Sabtu (15/8/2026) lama.

"Setiap hari kami dapat makanan dan minum gratis dari polisi. Biasanya dapat jatah tiga kali sehari," ujar salah satu pengungsi, Skolastika Sau Nelo, saat ditemui di lokasi, Minggu (30/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perempuan berusia 35 tahun itu tetap bertahan di pos tersebut hingga tak ada lagi gempa susulan. Selain itu, dirinya juga masih menunggu bantuan hunian sementara dari pemerintah.

ADVERTISEMENT

"Kami masih di sini, belum pulang karena masih tunggu bantuan hunian sementara," kata Skolastika.

Warga lainnya, Lidwina Konga (30), setali tiga uang. Menurutnya, selama berada di pos tersebut, mereka masih mendapat makanan dan minuman dari anggota Polri setiap hari.

"Jujur saja kami masih bertahan ini karena dapat makan dari polisi. Bahkan, kami sempat berencana mau pulang saja, mereka (polisi) tahan kami bahwa biar situasi sudah aman baru pulang saja. Saya ingat kembali, saya menangis karena tanpa mereka kami sudah mati," terang Winda.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda NTT, Kombes Henry Novika Chandra, menjelaskan dapur lapangan milik Polri tetap bersiaga di Lapangan Danga untuk melayani para pengungsi yang masih bertahan.

Menurut Henry, setiap hari menunya berbeda-beda agar masyarakat tidak bosan. Menu makan pagi terdiri dari mi dan telur goreng. Makan siang ada menu sayur kol, tempe goreng, dan mi.

"Air minum dan air bersih juga kami sediakan gratis," jelas Henry.



(iws/iws)









Hide Ads