detikBali
Bali Sepekan

Geger King Cobra Masuk Vila hingga Pria Inggris Tewas Dikeroyok

Terpopuler Koleksi Pilihan
Bali Sepekan

Geger King Cobra Masuk Vila hingga Pria Inggris Tewas Dikeroyok


Tim detikBali - detikBali

King kobra betina masuk ke kawasan villa milik warga di Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan pada Kamis (20/8/2026). (Tangkapan layar video viral @denpasar.viral)
Foto: King kobra betina masuk ke kawasan villa milik warga di Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan pada Kamis (20/8/2026). (Tangkapan layar video viral @denpasar.viral)
Tabanan -

Ular king cobra berukuran besar yang masuk ke sebuah vila di wilayah Lalanglinggah, Tabanan, menjadi salah satu berita terpopuler dalam sepekan terakhir.

Berikutnya, viral rekaman video menunjukkan perbuatan tidak senonoh dua perempuan bersama seorang warga negara asing (WNA) di kawasan Canggu, Badung. Kini, polisi tengah memburu para pelaku tindakan asusila itu.

Seorang warga Inggris meninggal dunia setelah menjadi korban pengeroyokan empat warga negara asing (WNA) di sebuah bar di kawasan Kuta. Para pelaku masih diselidiki.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, peristiwa viral lain terjadi di sebuah SPBU di Jalan Tukad Yeh Aya, Renon, Denpasar. Seorang pengendara motor merekam kecurangan petugas SPBU saat mengisi bensin. Petugas yang curang itu telah dipecat.

Berikut rangkuman berita terpopuler selama sepekan terakhir dalam rubrik Bali Sepekan di detikBali.

ADVERTISEMENT


King Cobra 2,2 Meter Masuk Vila di Tabanan

Seekor ular king cobra atau tedung sepanjang sekitar 2,2 meter dievakuasi dari sebuah vila di Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, Bali. Ular tersebut berjenis kelamin betina.

Ketua Yayasan Reptil Asih Tabanan, Ni Putu Astridayanti, mengatakan keberadaan ular pertama kali diketahui pemilik vila, Gede Sudana, pada Kamis (20/8/2026). Temuan itu kemudian dilaporkan kepada tim rescue untuk ditangani.

"Ular ditemukan berada di sebuah rumpun bambu di kawasan villa. Karena khawatir dapat membahayakan pengunjung dan tamu, pemilik kemudian menghubungi kami," ujar Astridayanti, Jumat (21/8/2026).

Proses evakuasi dilakukan sekitar pukul 17.05 Wita oleh petugas Yayasan Reptil Asih Tabanan. Dalam proses rescue tersebut, ular berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban.

Astridayanti menduga king cobra tersebut masuk ke kawasan vila saat sedang mencari atau mengejar mangsa. Dugaan itu diperkuat dengan tidak ditemukannya tanda-tanda ular membuat sarang di sekitar rumpun bambu tempatnya ditemukan.

Menurut Astridayanti, musim kemarau juga bukan waktu yang umum bagi ular kobra untuk berkembang biak. Proses perkembangbiakan ular kobra biasanya terjadi saat musim hujan.

Setelah berhasil dievakuasi, ular tersebut diamankan oleh tim rescue untuk mendapatkan penanganan sesuai prosedur. King cobra kemudian dibawa ke shelter milik Yayasan Reptil Asih Tabanan.

"Ular kemudian diamankan ke shelter di yayasan Reptil Asih Tabanan," jelasnya.

WNA dan 2 Wanita Berbuat Asusila di Canggu

Polisi menyelidiki kasus tindakan asusila yang melibatkan seorang warga negara asing (WNA) dan dua wanita di Jalan Pantai Batu Bolong, Canggu, Kuta Utara, Badung, Bali. Polisi mengumpulkan sejumlah barang bukti dan memburu para terduga pelaku seks oral yang viral di media sosial itu.

"Kami sudah datangi lokasi dan mengumpulkan bahan keterangan. Saat ini anggota Unit Reskrim sedang melakukan identifikasi lanjutan untuk mengungkap identitas para pelaku," ujar Kapolsek Kuta Utara Kompol I Ketut Sukadana, Kamis (20/8/2026).

Penyelidikan ini berawal dari unggahan akun Instagram macchiatolatte13_ terkait rekaman CCTV yang menunjukkan aksi mesum tersebut. Petugas lantas melakukan analisis siber dan mendatangi titik lokasi kejadian, yakni di depan pintu masuk rumah milik warga berinisial NLM (25).

"Begitu video tersebut terpantau viral di media sosial, kami langsung menerjunkan tim untuk mengecek titik-titik CCTV di sekitar lokasi. Langkah hukum akan kami ambil sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku," kata Sukadana.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, peristiwa asusila berupa oral seks itu terjadi pada Kamis (20/8) sekitar pukul 02.33 Wita. Rekaman CCTV memperlihatkan pria WNA sempat mengeluarkan sejumlah uang dari dompetnya sebelum aksi tidak senonoh itu dilakukan.

"Dari rekaman kamera pengawas terlihat jelas ada interaksi transaksi uang sebelum tindakan asusila itu terjadi. Setelah melakukan aksi tersebut, para pelaku langsung meninggalkan lokasi kejadian," tutur Sukadana.

Setelah melakukan aksi tak senonoh itu, dua perempuan lokal tersebut pergi terlebih dahulu dan disusul oleh pria WNA. Ketiganya kemudian melarikan diri ke arah utara Jalan Pantai Batu Bolong dengan berboncengan mengendarai sepeda motor.

"Kami terus mengumpulkan petunjuk di lapangan agar para terduga pelaku bisa segera diamankan," pungkas Sukadana.

Pria Inggris Tewas Dikeroyok

Warga negara (WN) Inggris, Paul Innes Dougan, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh empat WNA di sebuah bar kawasan Kuta, Badung, Bali. Paul sempat mendapat perawatan medis selama hampir dua pekan sebelum akhirnya meninggal di Rumah Sakit BIMC.

Kabar mengenai kondisi Paul sebelumnya disampaikan oleh sang anak, Liam Michael Dougan, melalui akun Instagram pribadinya, @liamdougann. Dalam unggahannya, Liam mengatakan ayahnya sempat menjalani perawatan di ruang ICU.

Liam juga menyebut Paul mengalami patah tulang rusuk akibat kejadian tersebut. Korban disebut harus menjalani tiga kali operasi dan mendapat transfusi darah sebanyak empat kali.

Hingga kini, polisi masih memburu empat WNA yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut. Berikut rangkaian fakta yang telah terungkap:

Paul dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (20/8/2026). Dugaan pengeroyokan terjadi sekitar pukul 02.00 Wita di sebuah bar di kawasan Kuta.

"Kejadiannya baru dilaporkan (Kamis) kemarin. Kapolresta langsung turun ke TKP," ungkap Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy, Jumat (21/8/2026).

Ariasandy mengatakan kasus tersebut masih didalami Polresta Denpasar. Dari hasil pendalaman awal, polisi menduga ada empat WNA yang melakukan penyerangan terhadap Paul.

"Hasil pendalaman awal diduga kuat ada empat orang (pelaku) WNA," imbuhnya.

Kepolisian hingga kini belum mengungkap identitas para terduga pelaku.

Petugas SPBU Tipu Pelanggan

Seorang pelanggan SPBU Tukad Yeh Aya, Denpasar, Bali, viral di media sosial (medsos) lantaran ditipu saat mengisi bahan bakar minyak (BBM). Petugas yang melakukan penipuan langsung dipecat.

Video yang beredar memperlihatkan pelanggan yang awalnya curiga terhadap kepastian isi BBM di motornya. Pelanggan itu lantas memastikan kepada petugas SPBU terkait nominal pengisian BBM-nya seharga Rp 50 ribu karena hanya naik dua setrip.

"Saya pastikan lagi setelah isi saya tanya, 'Pak benar sudah diisi Rp50 ribu?' Jawabnya sudah sesuai katanya diisi Rp 50 ribu. Saya pastikan lagi bertanya seperti itu sampai dua kali," tulis pelanggan dalam unggahan tersebut.

Pelanggan itu kemudian mengaku akan melaporkan ke kantor SPBU terkait kejadian tersebut. Saat berada di depan kantor, petugas yang melayaninya disebut mengaku BBM yang diisikan sebenarnya hanya senilai Rp30 ribu.

"Singkat cerita saya pergi ke kantor officenya, niat mau lapor. Malah ketakutan, ketar-ketir si bapak yang layanin tadi. Tiba-tiba bilang sudah dicek di nota ternyata Rp30 ribu diisi, bukan Rp50 ribu, dan dikembalikan lagi Rp20 ribu," tulisnya.

Manager SPBU Tukad Yeh Aya, Poerwo Roesfandi, mengatakan telah menginterogasi petugas yang bersangkutan. Menurut pengakuan petugas, tidak ada kecurangan dalam pengisian BBM, melainkan hanya lupa memberikan uang kembalian Rp 20 ribu kepada customer.

"Kata operator yang saya interogasi itu, katanya orangnya memang belanja Rp 30 ribu dengan uang Rp 50 ribu," ucap Poerwo saat ditemui di SPBU Tukad Yeh Aya, Jumat (21/8/2026).

"Setelah dia ngisi, dia pergi. Lupa kembaliannya lagi Rp 20 ribu. Terus dia kembali lagi ke sini buat ngambil kembaliannya. Ya, seperti di video, kan dikembaliin sama operatornya," lanjut Poerwo.

Terkait indikator bahan bakar kendaraan yang disebut hanya naik dua setrip, Poerwo menegaskan kondisi tersebut tidak dapat menjadi patokan jumlah BBM yang masuk karena bergantung pada kondisi tangki kendaraan.

"Kan kita nggak tahu kondisi tangki motor mungkin. Ada yang RES yang udah di merah, tapi itu kan gak bener-bener habis sekali. Mungkin ada lagi beberapa isinya. Kalau diisi Rp 10 ribu ada yang langsung naik dua strip, ada yang memang bener-bener udah di bawah sekali, kan kita gak tahu," jelas Poerwo.

Poerwo mengungkapkan petugas tersebut baru bekerja sekitar dua bulan. Owner SPBU kemudian memberikan sanksi tegas dengan memberhentikan petugas tersebut pada Kamis (20/8/2026).

"Kami beri surat pemecatan karena owner minta dikasih surat itu, tegas untuk dikeluarkan langsung," jelas Poerwo.



(hsa/nor)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads