Petani bernama I Ketut Tambun (63) ditemukan tewas di jalan setapak sebelah timur Kuburan Tinon, Desa Adat Manduang, Klungkung, Bali, Sabtu (22/8/2026) siang. Pria asal Dusun Sangging, Desa Akah, ini sempat dicari keluarganya karena tidak kunjung pulang sejak Kamis (20/8/2026).
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Klungkung, Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, menuturkan Tambun awalnya pamit untuk pergi ke sawah pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 14.00 Wita. Namun, ia tak kunjung pulang hingga larut malam. Keluarga lantas melakukan pencarian, tetapi tak membuahkan hasil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awalnya keluarga menduga korban menginap di rumah sepupunya. Namun, hingga Jumat malam dan Sabtu pagi, korban belum juga pulang sehingga keluarga kembali melakukan pencarian di sekitar area tegalan," ujar Alit saat dikonfirmasi, Sabtu (22/8/2026).
Titik terang baru didapat keluarga pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 11.00 Wita. Anak Tambun, I Wayan Suartika (44), menerima informasi dari istrinya bahwa ayahnya telah ditemukan tergeletak di jalan setapak sebelah timur Kuburan Tinon.
"Mendapat kabar tersebut, saksi mendatangi lokasi dan menemukan korban dalam posisi tengkurap serta sudah dalam keadaan tewas. Saksi kemudian melapor ke Polsek Klungkung," terang Alit.
Petugas gabungan dari Polsek Klungkung, Polres Klungkung, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung langsung mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah Tambun kemudian dievakuasi menggunakan mobil BPBD Klungkung menuju RSUD Klungkung sekitar pukul 12.22 Wita.
Menurut keterangan kepolisian, keluarga menyatakan Tambun tidak memiliki riwayat penyakit kronis sebelumnya. Keluarga juga telah mengikhlaskan kejadian tersebut dan menolak membuat laporan polisi.
"Pihak keluarga sudah menerima musibah ini dan tidak melanjutkan ke proses hukum. Mengenai penyebab pasti tewasnya korban, saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan medis dari pihak RSUD Klungkung," jelas Alit.
(hsa/hsa)