detikBali

Tragis Pria Sumba Barat Daya Tewas Dibacok 3 Orang

Terpopuler Koleksi Pilihan

Tragis Pria Sumba Barat Daya Tewas Dibacok 3 Orang


Yufengki Bria - detikBali

Polisi melakukan olah TKP kasus pembacokan di Kampung Patunu Ikut, Desa Waipadi, Kecamatan Kodi Bangedo, Sumba Barat Daya, NTT, Sabtu (30/5/2026). (Foto: Dok. Polres Sumba Barat Daya)
Polisi melakukan olah TKP kasus pembacokan di Kampung Patunu Ikut, Desa Waipadi, Kecamatan Kodi Bangedo, Sumba Barat Daya, NTT, Sabtu (30/5/2026). (Foto: Dok. Polres Sumba Barat Daya)
Kupang -

Pria bernama Martinus Wungo (47) tewas dibacok oleh tiga orang yang masih memiliki hubungan keluarga dengannya. Penganiayaan sadis itu terjadi di Kampung Patunu Ikut, Desa Waipadi, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Korban meninggal setelah dibacok oleh salah satu ponakannya dan pelaku lainnya status masih hubungan keluarga dengan korban," ujar Kasat Reskrim Polres Sumba Barat Daya, Iptu Yakobus Kokleo Sanam, kepada detikBali, Minggu (31/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yakobus mengungkapkan pembacokan itu bermula saat Martinus sedang duduk bersama dua pelaku inisial RM (60) dan MD (48) di rumah panggung milik MD pada Sabtu (30/5). Ketika itu, mereka membahas mengenai aturan adat terkait penguburan jenazah.

Selama pembahasan tersebut, Martinus meminta haknya sebagai paman dalam urusan penguburan kepada RM agar bisa membawa pulang ternak yang masih hidup. Namun, RM tak menerima permintaan pamannya itu.

ADVERTISEMENT

Saat hendak keluar menuju halaman rumah, Martinus justru ditahan oleh sejumlah keluarga agar tidak pulang dan berharap permasalahan tersebut dimediasi dengan baik. Akhirnya, Martinus pun menuruti permintaan keluarga untuk mediasi.

Saat mediasi, RM menolak dan langsung keluar rumah lalu menari adat Sumba Barat Daya sembari mencabut parangnya. Ia kemudian menghampiri Martinus dan membacok bahu kanannya.

Setelah itu, RM langsung melarikan diri ke belakang rumah. Melihat hal itu, Martinus sempat mengejarnya. Nahas, ia langsung ditusuk oleh salah satu pelaku, yakni KJW menggunakan sebilah parang di bagian dada kirinya.

Saat bersamaan, MD juga membacok tangan kiri korban hingga terjatuh ke tanah dan tewas di tempat. Setelah mendapati informasi tersebut, polisi langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan para pelaku beserta barang bukti yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

"Tindakan pelaku itu karena tidak menerima permintaan korban sebagai oom dalam status adat istiadat Sumba yang mengakibatkan korban meninggal," tutur Yakobus.

Setelah membacok Martinus, RM dan KJW langsung ditangkap dan dibawa ke Polres Sumba Barat Daya. Sedangkan, MD masih jadi buronan dan sedang dalam pengejaran.

"Saat ini kami masih periksa para pelaku dan saksi-saksi. Semua barang bukti yang terkait dengan kejadian tersebut juga sudah kami amankan untuk proses lebih lanjut. Kemudian korban dan pelaku itu semuanya petani," pungkas Yakobus.




(iws/iws)










Hide Ads