detikBali

Bukan Atraksi Sirkus, Para Juggler Latihan Flair Bartending di Bangli

Terpopuler Koleksi Pilihan

Bukan Atraksi Sirkus, Para Juggler Latihan Flair Bartending di Bangli


Aryo Mahendro - detikBali

Aksi para juggler sedang berlatih juggling di alun-alun Kota Bangli, Senin (10/8/2026). (Aryo Mahendro/detikBali).
Foto: Aksi para juggler sedang berlatih juggling di alun-alun Kota Bangli, Senin (10/8/2026). (Aryo Mahendro/detikBali).
Bangli -

Beberapa pemuda terlihat sedang melempar dua gelas aluminium dan sebuah botol di lapangan alun-alun Kota Bangli. Bukang iseng, mereka adalah para juggler atau bartender yang sedang berlatih keterampilan flair juggling.

Flair juggling alias flair bartending adalah keterampilan akrobatik yang dilakukan oleh seorang bartender. Mereka melempar, memutar, dan menangkap alat-alat bar seperti botol, shaker, dan gelas untuk menghibur para tamu sambil meracik minuman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya, kami sedang latihan rutin, siap berkompetisi. Latihan tidak ada hari tertentu, tapi tetap setiap sore hari di sini," kata Pande Darmadi, seorang bartender sebuah restoran di Ubud, ditemui detikBali saat latihan di Bangli, Senin (11/8/2026).

Pande tidak berlatih sendirian di lapangan itu. Setidaknya, ada 10 rekannya yang lain yang juga sedang berlatih flair juggling.

ADVERTISEMENT

Mereka rerata masih sekolah dan kuliah. Ada yang masih bersekolah di SMKN 4 Bangli, SMKN 2 Bangli, SMK Singamandawa, dan mahasiswa kampus perhotelan Monarch Bali.

Saat latihan, terlihat dua gelas shaker berbahan alumunium dan satu botol di dua tangan yang jadi bahan latihan. Mereka melempar tiga benda itu bak atraksi sirkus. Dengan teknik dan gaya tertentu, mereka berusaha melempar dan menangkap dua gelas shaker dan satu botol di momen yang tepat.

Tak jarang, beberapa kali tangkapan mereka meleset. Saat gagal ditangkap, botol dan gelas shaker terjatuh ke tanah.

Aksi para juggler sedang berlatih juggling di alun-alun Kota Bangli, Senin (10/8/2026). (Aryo Mahendro/detikBali).Aksi para juggler sedang berlatih juggling di alun-alun Kota Bangli, Senin (10/8/2026). (Aryo Mahendro/detikBali).

Beruntung, tanah lapang di alun-alun Bangli tertutup rapat dengan rerumputan pendek seperti lapangan sepak bola. Sehingga, beberapa botol kaca kosong yang dipakai latihan, tidak pecah saat jatuh gegara gagal ditangkap.

"Ini botol fiber. Kalau botol fiber memang untuk latihan. Nanti kalau sudah terbiasa dan sudah pintar, pakai botol kaca," kata Pande.

Nugi Andika, instruktur flair bartending dari komunitas Gubuk Tua Flair, mengatakan, beberapa dari mereka punya pelatih di sekolahnya. Sisanya, belajar secara otodidak karena tuntutan pekerjaan sebagai bartender.

Saat kali pertama memulai, satu botol fiber dan satu gelas shaker jadi peralatan standar. Kemudian, memulai berlatih refleks dan enam gerakan dasar dari total 25 gerakan atau teknik yang wajib dipelajari dan dikuasai para juggler pemula sebelum mencapai tingkat pro hingga master.

"Ada gerakan dasarnya. Ada gerakan spin rolling, transfer, flip, shadow, shoulder, tap, bump, dan glove. Total, 25 gerakan. Kalau pemula, kuasai saja enam gerakan dulu," kata Nugi.

Nugi mengatakan, enam gerakan dasar itu adalah metode working. Teknik yang dikuasai dan dipraktekkan para juggler saat jam kerja menghibur dan menyajikan minuman ke para tamu di bar.

Biasanya, tehnik itu tidak termasuk aksi melempar dan memutar atau menjungkirbalikkan botol. Ada cairan beralkohol sebanyak separuh botol saat bartender beratraksi sambil menyajikan minuman ke tamu.

Selain working, ada teknik yang dinamakan freestyle. Freestyle adalah teknik juggling yang dipraktekkan saat para bartender berkompetisi. Teknik dan gerakan atraksi yang dilakukan terlihat lebih bebas dan liar.

Aksi para juggler sedang berlatih juggling di alun-alun Kota Bangli, Senin (10/8/2026). (Aryo Mahendro/detikBali).Aksi para juggler sedang berlatih juggling di alun-alun Kota Bangli, Senin (10/8/2026). (Aryo Mahendro/detikBali).

Tekniknya, termasuk melempar botol kaca yang berisi cairan minuman alkohol sebanyak 15 mililiter (ml). Teknik melempar, memutar, dan menjungkirbalikkan botol dan gelas shaker, dipraktekkan saat lomba.

"Itulah kenapa pentingnya melatih refleks. Karena tehnik itu menguras tenaga. Kalau refleks tidak dilatih, resiko botol kena muka, kena pecahan kaca, itu ada," kata pria yang juga bartender di kapal pesiar Royal Carribean itu.

Nugi mengatakan, aksi juggling tidak dilakukan setiap hari saat bartender bertugas melayani tamu di bar. Atraksi semacam itu hanya dilakukan atas permintaan tamu atau saat manajemen bar mengadakan pesta tematik, misalnya pesta tahun baru.

"Tidak semua bar dan tidak semua bartendernya beratraksi juggling. Biasanya by request atau saat pesta tahun baru misalnya. Hanya aksi keseruan untuk tamu saja. Tapi, bartender yang punya keahlian juggling, banyak dilirik manajemen bar," katanya.



(nor/nor)









Hide Ads