Kondisi kesehatan mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden kembali menjadi sorotan. Kanker prostat agresif yang dideritanya sejak Mei 2025 kini disebut telah menyebar ke tulang dan bagian tubuh lainnya.
Kabar tersebut disampaikan anak Biden, Hunter Biden, dalam wawancara dengan BBC baru-baru ini. Dilansir dari detikNews, Senin (10/8/2026), Hunter mengatakan kanker yang diderita ayahnya mengalami metastasis lebih lanjut meskipun telah menjalani pengobatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kankernya telah menyebar, mengalami metastasis ke tulang-tulangnya dan bagian tubuh lainnya," kata Hunter.
Hunter mengungkap ayahnya masih beraktivitas meski dalam kondisi lemah dan merasa kesakitan. Namun, dia mengaku merasa berat melihat kondisi orang tuanya yang menyedihkan.
"Rasanya sangat menyakitkan dan sangat melemahkan dalam banyak hal, namun ia tetap beraktivitas. Ia tetap menjalani kegiatannya... ia sangat meyakini negara ini."
Hunter Biden tampak emosional di beberapa momen selama wawancara saat membahas kondisi kesehatan ayahnya.
"Sungguh sangat berat dan sangat menyedihkan melihat kondisinya," tambahnya.
Didiagnosis Kanker Prostat Agresif
Biden sebelumnya didiagnosis menderita kanker prostat 'agresif' pada Mei 2025. Kanker prostat yang berada di tubuh Biden disebut memiliki skor Gleason 9.
Skor Gleason merupakan sistem penilaian yang digunakan untuk mengukur tingkat keparahan sel kanker prostat. Skor tersebut menjadi salah satu faktor penting yang digunakan dalam menentukan stadium kanker prostat.
Skor Gleason dimulai dari terendah di angka enam hingga tertinggi di angka 10. Makin tinggi skornya, menandakan tingkat keparahan kanker yang juga tinggi.
Trump Sempat Tanggapi Kondisi Biden
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sempat menanggapi kondisi kesehatan Biden setelah diagnosis tersebut diumumkan. Dia mengaku sedih mendengar Biden didiagnosis menderita kanker prostat yang agresif.
"Melania dan saya bersedih mendengar tentang diagnosis medis terbaru Joe Biden," kata Trump, Senin (19/5/2025).
"Kami menyampaikan harapan terhangat dan terbaik hami kepada Jill dan keluarga, dan kami mendoakan Joe untuk pemulihan yang cepat dan sukses," ucapnya.
Sehari setelah mengutarakan kesedihannya, Trump melontarkan spekulasi bahwa diagnosis kanker prostat yang diderita Biden ditutup-tutupi. Kala itu Trump 'terkejut' karena publik tidak diberitahu soal kondisi Biden lebih awal.
Seperti dilansir AFP, Selasa (20/5/2025), Trump berupaya mengaitkan masalah tersebut dengan pertikaian politik yang lebih luas, yang dipicu oleh sebuah buku baru yang dirilis minggu itu, tentang apakah Gedung Putih pada era Biden menutupi bukti penurunan kognitifnya saat dia masih menjabat.
"Saya terkejut bahwa publik tidak diberitahu sejak lama," kata Trump saat berbicara kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, ketika ditanya tentang reaksinya terhadap diagnosis kanker Biden.
Jubir Joe Biden menegaskan bahwa mantan presiden Amerika Serikat itu tidak pernah didiagnosis menderita kanker prostat sebelum minggu lalu. Biden disebut telah menjalani tes darah untuk penyakit tersebut 11 tahun lalu.
"Tes postate-specific antigen (PSA) terakhir Presiden Biden yang diketahui adalah pada tahun 2014," kata jubir Biden dalam sebuah pernyataan kepada AFP, Selasa (21/5/2025).
"Sebelum hari Jumat, Presiden Biden tidak pernah didiagnosis menderita kanker prostat," imbuhnya.
(dpw/dpw)