Bocah berusia 5 tahun tersengat listrik saat bermain di area permainan anak belakang Gedung Kesenian Ir Soekarno, Jembrana, Bali, Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 22.00 Wita. Akibatnya, korban mengalami luka bakar di sejumlah tubuhnya.
Informasi yang didapatkan detikBali, kejadian bermula saat korban sedang asyik bermain bersama rekannya. Ketika melihat temannya pulang terlebih dahulu, korban berpegangan pada tiang lampu di dalam area permainan. Tiba-tiba korban terjatuh dan mengerang kesakitan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat diperiksa, korban ternyata tersengat aliran listrik dari tiang lampu besi yang kebetulan dipegangnya. Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh, mulai dari kaki, telinga hingga area alat kelamin.
Seusai kejadian, area bermain anak Gedung Kesenian Ir Soekarno langsung diamankan polisi dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) juga menurunkan petugas ke lokasi untuk memeriksa tiang lampu.
"Setelah dicek oleh petugas PLN, ternyata ada korsleting pada fitting lampu penerangan dan sudah diperbaiki," terang Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jembrana, I Wayan Putra Mahardika, saat dikonfirmasi detikBali, Kamis (24/9/2026).
Pria yang akrab disapa Puma ini menjelaskan, selain menuntaskan penanganan teknis di lokasi, DLH Jembrana juga berupaya mencari korban untuk memastikan kondisinya serta memberikan bantuan pemeriksaan medis. Namun, DLH Jembrana sempat mengalami kendala dalam menelusuri alamat rumah korban.
"Kami dari pagi tadi terkendala karena pihak keluarga tidak ingin dikunjungi dan menyampaikan hanya ingin mengingatkan agar tidak ada korban lain. Yang bersangkutan tidak mau memberikan alamat rumah," jelas Puma.
Beruntung, alamat korban sudah didapatkan petugas DLH Jembrana. Mereka segera mengunjungi korban guna memastikan pelu atau tidak terkait penanganan medis lebih lanjut.
Puma menyesalkan kejadian tersebut. Ia berjanji akan melakukan evaluasi serta pembenahan terhadap seluruh fasilitas umum, khususnya sarana permainan anak, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
"Kami juga mengimbau para orang tua untuk selalu waspada saat mendampingi anak-anak bermain serta segera melapor jika menemukan potensi bahaya di fasilitas umum," pinta Puma.
(hsa/hsa)