Gubernur Bali Wayan Koster meminta pemerintah pusat mengalokasikan sekitar Rp 5 triliun untuk pembangunan infrastruktur di Bali. Permintaan itu disampaikan langsung kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Wilayah Bali di Kantor Gubernur Bali, Senin (20/7/2026).
Koster menjelaskan bahwa Bali mulai tertinggal dari destinasi wisata di negara Asia Tenggara seperti Vietnam, Singapura, Malaysia hingga Thailand. Salah satu faktornya adalah infrastruktur yang kurang memadai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi masalah utama kami adalah infrastruktur untuk meningkatkan kapasitas daya saing kepariwisataan Bali supaya pariwisata Bali itu betul-betul bisa naik kelas, berkelanjutan. Itu yang betul-betul kami butuhkan," kata Koster saat pemaparan.
"Sehingga saya yakin kalau anggaplah itu investasi, infrastruktur ke Bali Rp 5 triliun itu balik modalnya cepat Pak, jadi ekonominya bergerak," lanjut Koster.
Koster berterus terang bahwa kondisi nyatanya seperti itu. Ia meminta dukungan dari pemerintah pusat agar Bali jangan sampai tertinggal.
"Bisa macet terus pariwisata Bali itu akan bisa mengalami kemerosotan dan devisa pariwisata itu juga akan terancam menurun terus dia," ungkapnya.
Koster juga membeberkan kontribusi devisa pariwisata Bali terhadap nasional sebesar 55 persen atau sebesar Rp 176 triliun dari total Rp 319 triliun. Selain itu, pertumbuhan ekonomi Bali pada tahun 2025 juga mencapai 5,82 persen, paling tinggi dari provinsi yang tidak memiliki sumber daya alam.
"Jadi Bapak bayangkan pulau yang kecil ini memiliki kontribusi yang luar biasa terhadap devisa pariwisata nasional," jelas politikus PDIP itu.