Pria bernama Handoyo tewas di kamar kosnya, Jalan Patih Nambi Utara, Dusun Batu Mekasem, Desa Ubung Kaja, Denpasar. Pria berusia 34 tahun itu ditemukan tewas pada Kamis (2/7/2026) pagi.
Saat ditemukan tewas, tubuh bagian atas Handoyo terlentang di kasur, sementara bagian bawah berada di lantai. Kepala Handoyo menghadap ke barat dan kaki ke selatan. Jenazah Handoyo kala ditemukan tewas mengenakan kaus putih dan celana jeans pendek biru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, mengungkapkan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi jenazah setelah menerima laporan masyarakat.
Polisi masih menyelidiki penyebab kematian Handoyo yang masih misterius. Berdasarkan laporan awal, tidak ditemukan informasi mengenai adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Peristiwa penemuan jenazah tersebut masih dalam penanganan kepolisian. Penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut," kata Adi Saputra Jaya, Jumat (3/7/2026).
Pemilik kos, I Wayan Mar Hendra (62), mengatakan Handoyo baru sekitar satu tahun tinggal di tempatnya. Setelah mendapat informasi dari penghuni lain, Mar mendatangi kamar korban dan mendapati Handoyo telah meninggal dunia. Selanjutnya, Mar menghubungi petugas kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.
Salah satu penghuni kos, Theresia (47), mengaku awalnya tidak mengetahui Handoyo telah meninggal karena sedang memasak di dalam rumah. Ia kemudian diberi tahu anaknya soal ponsel Handoyo terus berdering, tetapi tidak diangkat.
Sekitar pukul 08.30 Wita, Theresia mendatangi kamar korban untuk membangunkannya. Namun, korban tidak memberikan respons meski telah dipanggil berulang kali.
"Saat didekati, korban sudah dalam posisi terlentang, tubuhnya membiru dan tangannya kaku. Diduga korban telah meninggal dunia," terang Theresia dalam keterangannya sebagai saksi kepada polisi.
Theresia kemudian menghubungi pemilik kos untuk memberitahukan temuan tersebut.
Teman korban, Suheri (44), mengungkapkan terakhir bertemu dengan Handoyo pada Selasa (30/6/2026). Saat itu, Handoyo terlihat sehat dan tidak pernah mengeluhkan sakit maupun memiliki riwayat penyakit yang diketahuinya.
Suheri mengetahui kabar duka tersebut setelah dihubungi rekan korban sekitar pukul 09.30 Wita. Ia lalu mendatangi lokasi dan mendapati korban memang telah meninggal dunia.
(iws/iws)