Pulau Flores terus diguncang gempa susulan setelah gempa utama berkekuatan M 7,7 pada Sabtu (15/8). Hingga Rabu (19/8/2026) pukul 08.00 Wita, tercatat 2.850 gempa susulan, dengan 83 di antaranya dirasakan warga.
"Total gempa susulan 2.850 hingga Rabu (19/8/2026), pukul 08.00 Wita. Magnitudo terbesar 6,2, magnitudo terkecil 1,1, magnitudo di atas 5 sebanyak 24 kali, dan genla susulan dirasakan 83 kali," Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama dalam keterangan, Rabu.
Guncangan juga masih dirasakan warga Mbay, Kabupaten Nagekeo. Tessa, warga setempat, mengatakan sejak pukul 03.00 Wita hingga pagi ini terjadi sekitar 7 kali gempa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gempa lagi dari jam 3 pagi. Sudah 6-7 kali kami rasa kuat," kata Tessa saat dikonfirmasi detikBali.
Tessa mengatakan saat ini mereka tinggal di rumah setengah tembok sambil berjaga-jaga.
"Ini tiba-tiba angin, tiba-tiba mendung," ujarnya.
Sebelumnya, sebanyak 70 orang meninggal dunia akibat gempa berkekuatan M 7,7 tersebut.
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengatakan sekitar 608 korban terdampak gempa di Pulau Flores, NTT, dengan rincian 230 luka berat dan 308 luka ringan.
"Meninggal dunia 70 orang," ujar Fathur dalam keterangan, Selasa (18/8/2026).
Fathur merinci korban meninggal dunia di Kabupaten Nagekeo sebanyak 8 orang, Kabupaten Ngada 2 orang, dan Manggarai Timur 25 orang.
"Manggarai Barat 2 orang meninggal dunia, Manggarai 27 orang, dan Ende 2 orang," imbuhnya.
Sementara itu, korban yang mengalami luka ringan yakni dari Kabupaten Nagekeo 9 orang, Ngada 19 orang, Manggarai Timur 242 orang, Manggarai Barat 4 orang, Manggarai 14 orang, dan Ende 22 orang.
Sedangkan korban luka berat di Kabupaten Nagekeo sebanyak 13 orang dan Kabupaten Ngada 17 orang.
"Manggarai Timur 182 orang, Sikka 2 orang, Manggarai Barat 2 orang, Manggarai 8 orang dan Ende 4 orang," tandasnya.