detikBali
Internasional

Iran Krisis Kepercayaan ke AS meski Sepakat Damai

Terpopuler Koleksi Pilihan
Internasional

Iran Krisis Kepercayaan ke AS meski Sepakat Damai


Matius Alfons Hutajulu - detikBali

TEHRAN, IRAN - APRIL 21: People gather at Enghelab and Vanak squares to participate in anti-US and anti-Israel demonstrations, waving Iranian flags and chanting slogans on April 21, 2026 in Tehran, Iran. During the ongoing protests, the Iranian Armed Forces displayed ballistic missiles at the demonstration areas. (Photo by Fatemeh Bahrami/Anadolu via Getty Images)
Foto: Warga Iran berdemo anti-AS dan anti-Israel di Teheran pada 21 April 2026. (Anadolu via Getty Images/Anadolu)
Teheran -

Iran mengalami krisis kepercayaan kepada Amerika Serikat (AS) meski sudah sepakat berdamai. Rasa ketidakpercayaan yang mendalam itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Iran.

"Sayangnya, harus diakui bahwa ketidakpercayaan mendalam Iran terhadap Amerika Serikat berasal dari sejarah panjang kesalahan yang dilakukan oleh para pemimpin Amerika," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, dalam konferensi pers dilansir dari detikNews.

"Amerika Serikat masih memiliki jalan panjang sebelum dapat memperoleh kepercayaan rakyat Iran, kerangka kerja tersebut hanyalah langkah menuju pengurangan ketegangan," lanjut Baqaei.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baqaei mengatakan Washington telah berkomitmen untuk melepaskan dana Iran yang dibekukan di luar negeri dan memberikan kompensasi atas kerugian selama perang berdasarkan kesepakatan kerangka kerja.

ADVERTISEMENT

"Pelepasan aset Iran yang dibekukan serta ganti rugi atas kerusakan adalah dua poin penting. Pihak Amerika telah berkomitmen untuk mengambil tindakan di kedua bidang tersebut," terang Baqaei.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Iran akan mengelola Selat Hormuz, jalur utama untuk pasokan minyak global yang telah diblokade Iran sejak awal perang, dan mengenakan biaya layanan maritim pada kapal yang melintasi jalur air tersebut, alih-alih mengenakan tol.

"Kami selalu mempertahankan bahwa kami tidak berupaya untuk memungut tol transit, tetapi biaya untuk layanan navigasi, perlindungan lingkungan, asuransi kapal, dan layanan penting lainnya akan dikenakan," kata Baqaei.

Baqaei juga mengatakan AS harus memastikan Israel berkomitmen untuk menghentikan perang di Lebanon berdasarkan kesepakatan kerangka kerja. Kerangka kerja ini membuka jalan bagi negosiasi selama 60 hari untuk kesepakatan akhir yang mencakup program nuklir Iran yang kontroversial dan pencabutan sanksi yang telah lama diberlakukan terhadapnya.

"Kesepakatan akhir diharapkan akan disahkan oleh resolusi Dewan Keamanan PBB setelah periode 60 hari," kata Baqaei, menambahkan bahwa Teheran "akan belajar dari pengalaman masa lalu".

"Pengesahan resolusi akan sangat penting... tetapi jaminan paling efektif untuk implementasi komitmen apa pun terletak pada pengaruh dan kekuatan yang telah kita identifikasi selama tiga bulan terakhir," katanya.

Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini!



(iws/iws)









Hide Ads
LIVE