detikBali

Kebutuhan Babi Galungan 2.413 Ekor, Badung Terjunkan 172 Petugas Antisipasi ASF

Terpopuler Koleksi Pilihan

Kebutuhan Babi Galungan 2.413 Ekor, Badung Terjunkan 172 Petugas Antisipasi ASF


Agus Eka - detikBali

Kegiatan mepatung daging babi jelang Galungan, Dinas Kesehatan ingatkan untuk memasak daging dengan baik dan waspadai meningitis, Senin (31/7/2023). (Putu Krista/detikBali)
Foto: Kegiatan mepatung daging babi jelang Galungan, Senin (31/7/2023). (detikBali)
Badung -

Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kabupaten Badung memastikan stok babi aman untuk memenuhi perkiraan kebutuhan menjelang Hari Raya Galungan yang diprediksi mencapai 2.413 ekor. Guna menjamin kelayakan konsumsi dan mengantisipasi penyebaran virus African Swine Fever (ASF), sebanyak 172 petugas gabungan disiagakan untuk memantau langsung kesehatan ternak di lapangan.

"Nanti ada sebanyak 172 personel gabungan akan turun ke lapangan pada 14-16 Juni 2026 mendatang untuk memastikan kesehatan babi. Petugas kami terus melakukan edukasi kepada peternak terkait ASF, termasuk pentingnya biosekuriti dan desinfeksi untuk mencegah penyebaran penyakit," ujar Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian dan Pangan Badung, drh. I Gusti Ngurah Narendra Putra, Senin (8/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ratusan personel yang diterjunkan tersebut terdiri atas 72 petugas dinas dan 100 mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana (FKH Unud). Langkah pencegahan ini berfokus pada kegiatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) mengenai bahaya virus ASF, penerapan biosekuriti, hingga pembagian desinfektan untuk kandang-kandang ternak melalui petugas di pusat kesehatan hewan maupun lapangan.

"Sementara untuk stok babi di Badung, kita pastikan aman, mengingat di Badung banyak peternak-peternak babi, termasuk banyak warga juga yang memelihara babi. Estimasi tersebut mengacu pada jumlah pemotongan babi saat Galungan sebelumnya yang mencapai 2.413 ekor," beber Narendra.

ADVERTISEMENT

Selain fokus pada komoditas babi yang menjadi kebutuhan utama hari raya, tim gabungan dijadwalkan turut mengawasi populasi ternak lainnya demi mengantisipasi potensi penularan penyakit. Pengawasan satwa lain ini menyasar populasi sapi yang sebaran terbesarnya berada di Kecamatan Petang, Abiansemal, dan Mengwi.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads