detikBali
Internasional

7 Pekan Berlalu Jenazah Ayatollah Ali Khamenei Belum Dimakamkan, Ini Alasannya

Terpopuler Koleksi Pilihan
Internasional

7 Pekan Berlalu Jenazah Ayatollah Ali Khamenei Belum Dimakamkan, Ini Alasannya


Novi Christiastuti - detikBali

FILE PHOTO: Irans Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei waves during a meeting with students in Tehran, Iran, November 2, 2024. Office of the Iranian Supreme Leader/WANA (West Asia News Agency)/Handout via REUTERS/File Photo ATTENTION EDITORS - THIS PICTURE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY.
Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: Office of the Iranian Supreme Leader/WANA (West Asia News Agency)/HO/REUTERS
Denpasar -

Lebih dari tujuh minggu sejak dinyatakan tewas, jenazah Ayatollah Ali Khamenei belum juga dimakamkan. Pemerintah Iran masih menunda penentuan lokasi pemakaman, di tengah situasi keamanan yang disebut mencekam.

Dilansir dari detikNews, Selasa (21/4/2026), otoritas Iran hingga kini belum mengambil keputusan akhir terkait lokasi pemakaman Ali Khamenei.

Penundaan ini mengindikasikan pemerintahan Teheran, yang kini dipimpin Mojtaba Khamenei, anak laki-laki Khamenei, masih disibukkan dengan upaya menghadapi ancaman dari pasukan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seorang pakar keamanan menilai para pejabat Iran "terlalu takut" untuk menggelar seremoni pemakaman besar-besaran dan mewah bagi mendiang pemimpin tertinggi tersebut.

ADVERTISEMENT

Pada 1989, Iran menggelar seremoni pemakaman besar-besaran selama beberapa hari untuk pendahulu Khamenei, Ayatollah Ruhollah Khomeini. Jutaan warga Iran saat itu memadati jalanan Teheran untuk menghadiri prosesi tersebut.

Namun, pemandangan serupa belum terlihat untuk Khamenei, di tengah perang Iran melawan AS dan Israel yang masih berlangsung.

Behnam Taleblu dari Yayasan untuk Pembelaan Demokrasi mengatakan kepada New York Post bahwa rezim Mojtaba lumpuh karena ketakutan. Iran dinilai tidak berada dalam posisi untuk menggelar seremoni peringatan yang megah di tengah perang dengan gencatan senjata yang rapuh.

"Sederhananya, rezim terlalu takut dan terlalu lemah untuk mengambil risiko," kata Taleblu.

Ia menilai ketidakmampuan Iran menggelar pemakaman Khamenei selama berminggu-minggu "mengungkapkan banyak hal".

"Republik Islam suka berbicara besar soal menguasai jalanan, tetapi pemadaman internet selama 50 hari memberitahu Anda semua yang perlu Anda ketahui. Rezim takut akan konsekuensi jika kebenaran terungkap," sebutnya.

Taleblu menyebut sejumlah faktor yang membuat Iran menunda seremoni pemakaman. Teheran disebut masih khawatir terhadap potensi serangan udara Israel serta kemungkinan aksi protes nasionalis.

Selain itu, muncul pula tanda tanya terkait Mojtaba Khamenei, pemimpin tertinggi Iran yang baru, yang belum terlihat di hadapan publik sejak ayahnya meninggal.

Kondisi tersebut dinilai akan menyulitkan rezim Teheran jika memutuskan menggelar pemakaman dalam waktu dekat.

Pada awal Maret, kantor berita Iran, Fars News, melaporkan Khamenei akan dimakamkan di kota Mashhad, wilayah timur laut Iran yang merupakan kota kelahirannya. Kota itu berada dekat perbatasan Iran dengan Turkmenistan dan relatif jauh dari Israel.

Saat itu, Teheran menyebut seremoni penghormatan terakhir akan berlangsung selama tiga hari, sementara jadwal prosesi pemakaman akan diumumkan kemudian. Namun hingga kini belum ada seremoni yang digelar.

Ali Khamenei dilaporkan meninggal dunia akibat serangan AS dan Israel di Teheran, Minggu (1/3).

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran tersebut.

"Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati," kata Trump di jaringan media Social Truth miliknya, dilansir AFP, Minggu (1/3).

Serangan AS dan Israel ke wilayah Iran disebut dimulai sejak Sabtu (28/2). Kompleks kediaman Khamenei di Teheran dilaporkan dihantam puluhan bom. Media Iran juga melaporkan putri hingga cucu Khamenei turut tewas.

Iran kemudian mengeluarkan pernyataan resmi terkait kematian Ali Khamenei dalam serangan tersebut. Pemimpin Tertinggi Iran itu dikonfirmasi tewas.

"Pemimpin Tertinggi Iran telah mencapai syahid," demikian dilaporkan stasiun penyiaran negara IRIB, dilansir CNN Internasional, Minggu (1/3).




(dpw/dpw)










Hide Ads