Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dikabarkan sedang dalam masa pemulihan akibat luka parah pada wajah dan kaki. Mojtaba turut terdampak serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menewaskan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, pada awal perang.
Dilansir dari detikNews, kabar mengenai kondisi ulama berusia 56 tahun itu diungkapkan oleh tiga orang yang dekat dengan inner circle Mojtaba kepada Reuters. Ketiga sumber tersebut mengungkapkan wajah Mojtaba rusak parah akibat serangan terhadap kompleks kediaman pemimpin tertinggi di pusat kota Teheran pada akhir Februari lalu. Mojtaba disebut menderita cedera signifikan pada kakinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masih menurut sumber-sumber itu, Mojtaba disebut dalam pemulihan dari luka-lukanya dan tetap memiliki ketajaman mental. Dia disebut ikut serta dalam pertemuan dengan para pejabat senior Iran melalui konferensi audio dan terlibat dalam pengambilan keputusan tentang isu-isu utama, termasuk mengenai perang dan negosiasi dengan AS.
Pertanyaan tentang kesehatan Mojtaba itu muncul saat Iran berada dalam bahaya terbesar selama beberapa dekade terakhir. Diketahui, Iran akan terlibat perundingan damai berisiko tinggi dengan AS di Islamabad, ibu kota Pakistan, pada Sabtu (11/4).
Informasi dari orang-orang yang dekat dengan inner circle Mojtaba memberikan gambaran paling detail tentang kondisi pemimpin tertinggi Iran itu selama beberapa pekan terakhir. Meski begitu, Reuters tidak dapat memverifikasi secara independen keterangan mereka.
Di sisi lain, keberadaan Mojtaba, juga kondisinya memerintah Iran, masih menjadi misteri bagi publik. Tidak ada foto, video, atau rekaman audio dirinya yang dipublikasikan sejak serangan udara yang membuatnya cedera dan pengangkatan dirinya menggantikan mendiang ayahnya pada 8 Maret lalu.
Sementara itu, misi diplomatik Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga tidak menanggapi pertanyaan Reuters soal seberapa parah cedera Mojtaba. Tak ada juga alasan mengapa dia belum muncul dalam gambar atau rekaman video apa pun.
Salah satu orang yang dekat dengan inner circle Mojtaba mengatakan bahwa foto pemimpin tertinggi Iran itu akan dirilis dari 1-2 bulan ke depan. Disebutkan pula kemungkinan Mojtaba akan muncul di hadapan publik pada saat itu. Mojtaba disebut hanya akan muncul ketika kesehatatannya dan situasi keamanan memungkinkan.
Absennya Mojtaba di hadapan publik ramai dibahas di media sosial Iran dan grup aplikasi pesan di tengah kondisi jaringan internet di negara itu yang tidak stabil. Teori-teori konspirasi pun bermunculan mengenai kondisi Mojtaba dan siapa yang sebenarnya memimpin negara tersebut.
Salah satu meme populer yang beredar menampilkan gambar kursi kosong di bawah sorotan lampu dengan slogan berbunyi "Di mana Mojtaba?". Namun, beberapa pendukung pemerintah, termasuk seorang anggota senior milisi Basij -- kelompok paramiliter sukarelawan yang dikelola Garda Revolusi Iran, mengatakan bahwa penting bagi Mojtaba untuk tetap tidak menonjol. Terlebih, ancaman serangan udara AS dan Israel melenyapkan sebagian besar pemimpin negara tersebut.
Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini!
(iws/iws)










































