detikBali

Bupati dan Wabup Badung Kompak Tepis Isu Keretakan

Terpopuler Koleksi Pilihan

Bupati dan Wabup Badung Kompak Tepis Isu Keretakan


Agus Eka Purna Negara - detikBali

Adi Arnawa dan Gus Bota kompak berjabat untuk dua periode di Badung. (Agus Eka/detikBali)
Foto: Adi Arnawa dan Gus Bota kompak berjabat untuk dua periode di Badung. (Agus Eka/detikBali)
Badung -

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa dan Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta, menanggapi spekulasi yang berkembang pasca pernyataan Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta dalam HUT Baladika beberapa waktu lalu, terkait suksesi kepemimpinan di Badung. Mereka secara tegas menepis isu keretakan hubungan maupun adanya persaingan dini terkait kursi kepemimpinan di Gumi Keris selanjutnya.

Pernyataan Wagub yang menyebut nama Bagus Alit Sucipta dalam konteks kepemimpinan masa depan dinilai publik sebagai sinyal politik yang kuat. Namun, mereka mengklarifikasi secara mekanisme kepartaian, prioritas keberlanjutan jabatan biasanya diberikan kepada petahana untuk menyelesaikan dua periode sejauh tidak ada kendala prinsipil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gini lho, artinya untuk menepis isu-isu itu, tidak ada begitu. Yang jelas hubungan kami kan cukup baik dan bersinergi," ujar Adi Arnawa usai acara konsolidasi penanganan sampah dengan pelaku usaha di Balai Budaya Giri Nata Mandala Puspem Badung, Kamis (7/5/2026).

Adi menjelaskan mekanisme kepartaian biasanya memberikan prioritas kepada petahana untuk menjabat selama dua periode jika tidak ada kendala prinsipil. Menurutnya, pernyataan Wakil Gubernur Bali yang juga Dewan Pengawas DPD Pusat Baladika Bali beberapa waktu lalu kemungkinan besar merujuk pada logika keberlanjutan estafet kepemimpinan sesuai aturan organisasi.

ADVERTISEMENT

"Ya mungkin saja Pak Wagub menyampaikan waktu itu, yang dimaksud kalau kita lihat mekanisme partai kami itu kan biasanya setelah Bupati itu kan yang mendapat prioritas wakil bupati. Ya itu logikanya kalau tidak ada masalah, logikanya kan pasti dua periode," jelasnya.

Adi pun menyayangkan adanya pihak-pihak yang mencoba memanaskan suasana dengan menggulirkan isu rivalitas menjelang pemilihan mendatang. Adi menegaskan bahwa rencana politik pribadi masih sangat jauh dan saat ini seluruh jajaran sedang berkonsentrasi pada pelayanan masyarakat.

"Nggak ada begitulah, nanti 2034 aja. Ini teman-teman ini yang bawa goreng-goreng," tegas Adi Arnawa sembari menepis isu keretakan tersebut.

Senada dengan Adi, Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta mengklarifikasi pernyataan mengenai dirinya merupakan bagian dari prospek jangka panjang setelah masa jabatan saat ini tuntas. Ia menyebut fokusnya saat ini masih tercurah sepenuhnya untuk menyelesaikan program-program pembangunan yang telah direncanakan bagi masyarakat Badung.

"Saat hari ulang tahun (Baladika) itu kan mungkin maksud daripada Pak Wabup itu nantinya setelah, astungkara, dua periode, ya setelah itu saya juga kan ada peluang. Astungkara, masih banyak program yang belum saya lakukan," kata Bagus Alit Sucipta yang akrab disapa Gus Bota.

Dia berharap masyarakat tidak terjebak dalam opini yang sengaja dipesan oleh pihak-pihak tertentu untuk mengganggu stabilitas daerah. Baginya, tujuan utama saat ini adalah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk merasakan kelanjutan estafet kepemimpinan yang berkesinambungan.

"Jadi di sana kita mungkin bisa memberikan kesempatan lebih besar bagi masyarakat biar melanjutkan estafet Pak Wayan Koster. Menurut saya sih seperti itu, nggak ada yang lebih, hanya teman-teman saja janganlah dipesan-pesan gitu," pungkasnya.

Setelah memberikan keterangan, Adi Arnawa dan Bagus Alit Sucipta menunjukkan gestur akrab, tidak ada keretakan di antara mereka. Keduanya tampak tersenyum lebar sembari bersalaman dan berjabat tangan erat di hadapan awak media.




(hsa/hsa)










Hide Ads