DPRD Bali Usul Pendidikan Kebersihan Masuk Kurikulum PAUD hingga SD

Rizki Setyo Samudero - detikBali
Jumat, 24 Apr 2026 13:39 WIB
Koordinator pembahasan LKPJ Gubernur Bali anggaran 2025, Gede Kusuma Putra saat Rapat Paripurna DPRD Bali, Jumat (24/4/2026). (Foto: Rizki Setyo/detikBali)
Denpasar -

DPRD Bali mengusulkan persoalan sampah dan kebersihan lingkungan dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan sejak usia dini, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), hingga Sekolah Dasar (SD).

Usulan tersebut disampaikan Koordinator Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Bali anggaran 2025, Gede Kusuma Putra, dalam Rapat Paripurna DPRD Bali, Jumat (24/4/2026).

"Dipandang perlu untuk dilakukan kajian mendalam sehingga dimungkinkan persoalan-persoalan kesehatan, sampah, dan kebersihan lingkungan masuk dalam kurikulum pendidikan di tingkat usia dini, TK dan mungkin SD," kata Putra.

Menurutnya, persoalan sampah saat ini sangat melekat dengan Bali. Ia menilai berbagai upaya yang dilakukan pemerintah selama ini masih berfokus pada aspek teknologi.

Namun, kata dia, tanpa perubahan pola pikir atau mindset masyarakat, upaya tersebut tidak akan berjalan optimal.

"Tapi untuk jangka panjang kalau mindset masyarakat tidak berubah kalau kondisinya sama dengan seperti sekarang rasanya kemajuan teknologi juga akan berat mengiringi kondisi, lebih-lebih penduduk akan terus bertambah," jelasnya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya memberikan pemahaman sejak dini kepada anak-anak mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya melalui pendidikan di sekolah.



Simak Video "Video DPRD Bali Sidak Kawasan Tahura: Ada Pabrik Beton-Rumah Warga"

(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork