detikBali

18 April Hari Diabetes Nasional dan Kenali Cara Mencegahnya

Terpopuler Koleksi Pilihan

18 April Hari Diabetes Nasional dan Kenali Cara Mencegahnya


Tim detikHealth - detikBali

The Stethoscope as a Symbol of Diabetes Awareness and Management
Foto: Getty Images/Mohamad Faizal Bin Ramli
Jakarta -

Setiap tahun, tanggal 18 April selalu diperingati sebagai Hari Diabetes Nasional. Tingginya kasus diabetes di Indonesia menjadi alarm bagi sistem kesehatan nasional.

Menurut laporan International Diabetes Federation (IDF), Indonesia menduduki peringkat kelima dengan jumlah penderita diabetes tertinggi mencapai 19 hingga 20 juta kasus pada tahun 2024-2025. Kasusnya didominasi diabetes tipe 2.

Apa Itu Diabetes?

Dikutip dari pernyataan World Health Organization (WHO), diabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Singkatnya, diabetes merupakan penyakit metabolik yang terjadi ketika terdapat kadar gula yang tinggi pada tubuh, namun tidak dapat dipergunakan secara maksimal oleh tubuh. Diabetes dapat dikatakan sebagai kondisi yang termasuk dalam kategori penyakit kronis berbahaya, terutama jika sudah terjadi komplikasi.

Cara Terhindar dari Penyakit Diabetes

Ada beberapa cara sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar terhindar dari risiko terkena penyakit diabetes.

ADVERTISEMENT

1. Menjaga Berat Badan Ideal

Menjaga berat badan agar tetap ideal merupakan salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan agar terhindar dari risiko penyakit diabetes. Pasalnya, kelebihan berat badan atau obesitas menjadi salah satu pencetus utama diabetes.

2. Menerapkan Pola Makan Sehat

Terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman cepat saji dengan kadar lemak jenuh dan gula yang tinggi, tentunya tidak baik untuk kesehatan tubuh.

Menerapkan pola makan sehat dengan porsi nutrisi yang seimbang, dapat mengurangi resiko terkena diabetes dan penyakit tidak menular lainnya karena kebutuhan nutrisi tubuh harian tercukupi dengan baik.

3. Menjaga Porsi Makan

Pentingnya menjaga jumlah asupan makanan harian agar tidak berlebihan dan meningkatkan risiko terkena obesitas, menjadi salah satu cara sederhana yang dapat diterapkan agar terhindar dari diabetes.

4. Rutin Berolahraga

Aktivitas fisik, termasuk olahraga yang dilakukan secara rutin dapat dijadikan sebagai cara ampuh untuk mencegah diabetes. Olahraga dapat menurunkan kadar gula darah dalam tubuh dengan membakar kalori untuk menghasilkan energi dan menyimpan glukosa ke otot sebagai cadangan energi.

5. Tidak Merokok

Menghindari kebiasaan buruk merokok, menjadi salah satu cara agar terhindar dari risiko terkena diabetes. Pasalnya, kandungan nikotin pada rokok dapat merusak sel pankreas yang berfungsi memproduksi insulin, sehingga nantinya dapat meningkatkan risiko diabetes.

6. Banyak Minum Air Putih

Menjaga tubuh agar tetap terhidrasi dengan mengonsumsi air putih secara rutin dapat membantu mengontrol gula darah dan kadar insulin dalam tubuh. Efeknya, risiko terkena diabetes menurun.

7. Mengelola Stres

Stres yang tinggi dapat memicu tubuh menghasilkan hormon stres yang berkaitan dengan resistensi insulin. Oleh karenanya, penting untuk mengelola stres dengan baik agar risiko terkena diabetes menurun.

8. Rutin Melakukan Pengecekan Gula Darah

Pengecekan gula darah penting dilakukan untuk memonitor kadar gula darah dan mendeteksi penyakit diabetes secara dini. Bagi yang bertubuh sehat dan tidak berisiko tinggi terkena diabetes, pengecekan ini dapat dilakukan setahun sekali.

Pentingnya Protokol 3 R

Kelvin Candiago, seorang dokter dan pengembang ekosistem kesehatan terintegrasi, menyoroti perlunya evaluasi terhadap tata laksana diabetes tipe 2 di Indonesia yang selama ini masih sangat bertumpu pada pendekatan medicine-centric.

Menurut dr Kelvin pengendalian angka gula darah semata tanpa diikuti perbaikan sistem tubuh dan gaya hidup tidaklah cukup. Pendekatan konvensional yang ada belum sepenuhnya mampu mencegah risiko komplikasi lanjutan secara berkelanjutan.

Pandangannya itu berkat observasi mendalam karena pengalaman pribadi mendampingi sang ayah yang memiliki diabetes dengan komplikasi penyakit jantung, hingga praktik klinisnya menangani ribuan pasien diabetes.

"Pendekatan medicine-centric sangat penting untuk stabilisasi kondisi awal, namun secara desain belum ditujukan untuk perbaikan pola hidup jangka panjang. Dalam penanganan diabetes yang berkelanjutan, medikasi seharusnya diposisikan sebagai jembatan, bukan tujuan akhir. " ujar dr. Kelvin Candiago.

Dalam pengembangan pendekatan penanganan Diabetes Tipe 2, dr. Kelvin Candiago memperkenalkan sebuah kerangka metodologis yang dikenal sebagai Protokol 3R. Kerangka ini terdiri dari tiga tahapan utama dalam pengelolaan kondisi metabolik pasien, yaitu:

● Road to Rescue (Penyelamatan): Tahap intervensi awal untuk menstabilkan fluktuasi gula darah ekstrem secara cepat, sekaligus menjadi fondasi pemulihan jangka panjang.

● Road to Reverse (Pembalikan): Tahap perbaikan kondisi metabolik tubuh dengan tujuan menurunkan kadar HbA1c hingga mencapai batas normal melalui perubahan pola hidup dan intervensi klinis yang terukur.

● Road to Remission (Remisi): Tahap ketika pasien mampu mempertahankan kadar HbA1c di bawah atau sama dengan 6,5% selama periode tertentu secara berkelanjutan, dengan atau tanpa konsumsi obat.

Kerangka metodologis ini telah diimplementasikan melalui ekosistem layanan terintegrasi, yaitu mGanik. Berdasarkan data internal akumulatif dari tahun 2023 hingga saat ini, ekosistem Protokol 3R telah membantu sekitar 500 pasien diabetes mencapai tahap Reverse. Dari total tersebut, sekitar 7-10% pasien berhasil memenuhi kriteria klinis ketat untuk dinyatakan mencapai fase Remisi Diabetes.

"Melalui momentum Hari Diabetes Nasional ini, kami ingin menegaskan remisi bukanlah hasil instan yang bisa dipaksakan. Ini adalah peluang nyata dan terukur yang dapat dicapai apabila sistem dijalankan dengan tepat dan konsisten oleh pasien. Fokus kami di mGanik adalah memberikan harapan yang realistis dan kesempatan kedua bagi penyandang diabetes untuk mendapatkan kembali kualitas hidupnya." tutup dr. Kelvin Candiago.




(mud/mud)











Hide Ads