detikBali

Lima Desa Terdampak Kebocoran Pipa PDAM Klungkung

Terpopuler Koleksi Pilihan

Lima Desa Terdampak Kebocoran Pipa PDAM Klungkung


Fatih Kudus Jaelani - detikBali

Pengumuman perbaikan pipa bocor dari Perumda Air Minum Panca Mahottama Klungkung, Rabu (3/6/2026). (dok. Perumda Air Minum Panca Mahottama).
Foto: Pengumuman perbaikan pipa bocor dari Perumda Air Minum Panca Mahottama Klungkung, Rabu (3/6/2026). (Dok. Perumda Panca Mahottama)
Klungkung -

Pipa distribusi utama milik Perumda Air Minum (PDAM) Panca Mahottama Klungkung kembali mengalami kebocoran di wilayah Bangbang. Hal ini berakibat pada terganggunya pasokan air bersih di lima desa di Kecamatan Banjarangkan. Wilayah yang terdampak langsung oleh gangguan ini meliputi Desa Timuhun, Desa Nyanglan, Desa Getakan, Desa Aan, dan Desa Tihingan.

Aliran air ke rumah-rumah warga di lima desa tersebut mengalami kemacetan total hingga penurunan secara drastis setelah pipa terdeteksi pecah di tiga titik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Utama Perumda Air Minum Panca Mahottama Klungkung, I Nyoman Renin Suyasa saat dihubungi detiBali membenarkan gangguan teknis tersebut. Tim teknis telah diterjunkan ke lapangan untuk menanggulangi kebocoran. Penanganan intensif di jalur distribusi utama tersebut diklaim telah berjalan sejak kemarin.

"Jadi ada yang bocor di tiga titik. Perbaikan sudah kami lakukan sejak kemarin. Kemarin kami selesaikan satu titik, dan hari ini lanjut di dua titik. Semoga bisa diselesaikan seluruhnya hari ini," ujar Renin saat dikonfirmasi detikBali, pagi ini, Rabu (3/6/2026).

ADVERTISEMENT

Akibat insiden kebocoran di tiga titik ini, manajemen Perumda mengimbau warga yang terdampak untuk menghemat sisa pasokan air yang ada selama proses normalisasi jalur distribusi berlangsung.

"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Pelanggan di lima desa diharapkan bersabar karena tim lapangan kami sedang berupaya maksimal melakukan penyambungan dan pengelasan pipa," tambahnya.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Tihingan, Nengah Sugiarta, menerangkan gangguan pasokan air bersih sudah dirasakan sejak Selasa sore. Aliran air sempat mati total sebelum kembali mengalir secara terbatas.

"Aliran air memang sempat mati sore kemarin. Kemudian malamnya air ada tapi kecil sekali. Hari ini juga kondisinya sama, airnya hidup tapi kecil," tutur Sugiarta.

Ia berharap proses pengerjaan teknis di lapangan tidak menemui kendala mendasar agar aktivitas domestik warga bisa kembali normal. "Semoga segera bisa diperbaiki total karena air bersih ini kebutuhan pokok kami setiap hari," pungkasnya.

Renin juga menjelaskan faktor utama yang kerap memicu kerentanan pipa di wilayah Bangbang adalah kondisi fisik material yang sudah usang. Saluran utama yang mengalami kebocoran ini diketahui merupakan pipa tua peninggalan infrastruktur zaman Belanda.




(hsa/hsa)










Hide Ads