Masa uji coba rekayasa lalu lintas (lalin) di Kerobokan Kelod dan sebagian Seminyak, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Bali, resmi berakhir. Skema rekayasa lalin itu kini diterapkan secara permanen sejak Selasa (14/4). Pengendara yang melanggar akan langsung dikenakan sanksi tilang.
"Saat uji coba itu kami tidak melakukan penindakan hukum terhadap pelanggar, dan kami memberikan imbauan karena masih masa sosialisasi. Tetapi sekarang, dengan ditetapkan ini, apabila ada pelanggaran akan dikenakan sanksi hukum berupa tilang oleh pihak kepolisian," kata Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Badung, I Made Gede Wiryantara Adi Susandi, Rabu (14/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan ini diambil setelah melewati masa evaluasi sejak dimulainya uji coba pada 14 Desember 2025 di Kerobokan Kelod dan 14 Februari 2026 di Seminyak. Skema satu arah ini menjadi permanen karena dianggap berhasil menekan kepadatan arus kendaraan saat periode sibuk seperti libur Natal, tahun baru, Lebaran, hingga rangkaian Hari Raya Nyepi.
"Semua itu berjalan lancar. Itu yang membuat kami semakin yakin bahwa ini perlu ditetapkan permanen," imbuh Adi.
Dishub Badung mencatat Jalan Merta Agung menjadi salah satu titik yang paling sering terjadi pelanggaran. Banyak pengendara motor yang nekat melawan arus ke arah selatan dibandingkan harus memutar melalui Jalan Pengubengan Kauh.
"Mungkin nanti di sana yang akan kami fokuskan terhadap penegakan lalu lintas berupa tilang dengan pihak kepolisian," ujar sekretaris Dishub Badung itu.
Pantauan di lokasi, pergerakan kendaraan dari arah Jalan Teuku Umar Barat ke barat sampai Tangkuban Perahu, Kerobokan, tampak padat. Situasi itu terjadi karena pertemuan antara kendaraan dari arah timur dengan kendaraan yang datang dari simpang Pengubengan Kauh dan Jalan Mertanadi.
Pemerintah Kabupaten Badung, dia berujar, sempat memfasilitasi dialog dengan warga dari tiga banjar yang terdampak dan sempat menyatakan keberatan melalui surat resmi. Adi menekankan kebijakan ini diambil demi ketertiban umum.
"Untuk keamanan, kelancaran, dan ketertiban lalu lintas di wilayah Kerobokan Kelod sehingga pariwisata Badung yang berkualitas dapat diwujudkan," imbuhnya.