detikBali
Badung

Uji Coba Satu Arah di Jalan Mertanadi, Dishub Minta Simpang Diperlebar

Terpopuler Koleksi Pilihan
Badung

Uji Coba Satu Arah di Jalan Mertanadi, Dishub Minta Simpang Diperlebar


Agus Eka Purna Negara - detikBali

Kendaraan dari arah timur di simpang Jalan Tangkuban Perahu dan Mertanadi, Kerobokan Kelod, Badung.
Kendaraan dari arah timur di simpang Jalan Tangkuban Perahu dan Mertanadi, Kerobokan Kelod, Badung. (Foto: Agus Eka/detikBali)
Badung -

Dinas Perhubungan Badung merekomendasikan pelebaran mulut simpang di pertemuan Jalan Mertanadi dan Jalan Tangkuban Perahu untuk mengurai kepadatan lalu lintas. Rekomendasi itu muncul menyusul terjadinya penyumbatan kendaraan di sisi barat Lapas Kerobokan selama uji coba rekayasa lalu lintas satu arah.

"Ini akan dicarikan solusi, sudah kami rekomendasikan ke Dinas PUPR untuk dilakukan pelebaran simpang. Itu Dinas PUPR yang akan menangani," kata Kepala Dinas Perhubungan Badung, Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma, Rabu (28/1/2026).

Kepadatan terjadi di mulut simpang Jalan Mertanadi, Pengubengan Kauh, dan Jalan Intan. Penyumbatan dipicu oleh kapasitas jalan yang lebih kecil dibandingkan dengan volume kendaraan yang dialihkan ke kawasan tersebut selama uji coba berlangsung. Kondisi ini membuat arus lalu lintas melambat, terutama pada titik pertemuan kendaraan yang bergerak ke arah barat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan rekayasa lalu lintas ini, kendaraan diarahkan satu arah ke Mertanadi itu bisa dikatakan jalan kapasitasnya lebih kecil sehingga terjadilah penyumbatan di mulut simpang. Kuncinya ada di Jalan Tangkuban Perahu dan lampu lalu lintas Simpang Petitenget itu yang selama ini padat, bahkan macet diam," ujar Rai Yuda.

ADVERTISEMENT

Meski terjadi penumpukan kendaraan di Jalan Mertanadi dan Pengubengan Kauh, Dishub menilai kondisi tersebut masih lebih baik dibandingkan sebelumnya. Saat ini kendaraan masih dapat bergerak karena tidak ada lagi perpotongan arus di Simpang Petitenget yang kerap memicu kemacetan total.

"Memang saat ini terjadi kepadatan di Jalan Mertanadi dan Pengubengan Kauh, tetapi kepadatan sekarang kan padat bergerak karena crossing lalu lintas di simpang Petitenget sudah tidak ada. Bisa dibilang ini kepadatannya di waktu jam-jam sibuk saja, dan jam-jam tertentu, golden time namanya, tetapi tetap ada lengang," jelasnya.

Dishub meyakini pelebaran mulut simpang dapat mengurangi beban kepadatan yang saat ini dirasakan pengguna jalan. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan jalur alternatif baru di kawasan Semer untuk memecah arus kendaraan yang menuju ke arah timur.

"Seandainya nanti pelebaran mulut simpang dilakukan, macet ini sudah bisa diatasi, nanti saya kira kepadatannya akan berkurang. Nanti kemungkinan mudah-mudahan ini bisa berkurang dengan terwujudnya jalan baru di Semer Kerobokan yang tembus ke Jalan Teuku Umar Barat," lanjut Rai Yuda.

Sementara itu, uji coba rekayasa lalu lintas satu arah akan terus diperpanjang sesuai instruksi Bupati Badung. Perpanjangan dilakukan sambil menunggu hasil evaluasi menyeluruh untuk menentukan apakah kebijakan tersebut dapat diterapkan secara permanen.

"Uji coba ini akan terus berlanjut dalam batas waktu yang belum bisa ditentukan karena harus ada evaluasi sehingga nanti bisa kita pastikan ini apakah sudah bisa dipermanenkan atau belum. Saat mempermanenkan itu, kami wajib memberikan rekomendasi infrastruktur hingga rekomendasi dampak karena ada dampak ekonomi, sosial, dan budaya," pungkasnya.




(dpw/dpw)










Hide Ads