detikBali
Internasional

Perundingan Gagal, Trump Blokade Selat Hormuz sampai Iran Nyerah

Terpopuler Koleksi Pilihan
Internasional

Perundingan Gagal, Trump Blokade Selat Hormuz sampai Iran Nyerah


Herdi Alif Al Hikam - detikBali

US President Donald Trump holds a press conference at the White House in Washington, DC, April 6, 2026. (Reuters)
Presiden AS Donald Trump. (Foto: Reuters).
Denpasar -

Amerika Serikat (AS) resmi memulai blokade di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling vital dunia, setelah perundingan damai dengan Iran berujung buntu. Presiden Donald Trump bahkan menegaskan tidak ada kapal yang akan dibiarkan melintas hingga Iran menyerah.

"Mulai sekarang, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang terbaik di dunia, akan memulai proses blokade semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz," kata Trump dalam unggahan di platform media sosialnya, Truth Social, dikutip dari detikFinance, Senin (13/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump menyebut negara-negara lain akan ikut terlibat dalam blokade tersebut. Ia juga menegaskan Iran tidak akan diizinkan mengambil keuntungan dari tindakan pemerasan ilegal terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Komando Pusat AS (U.S. Central Command/CENTCOM) menyatakan militer akan mulai menerapkan blokade pada Senin pukul 10.00 waktu setempat (eastern time/ET). CENTCOM menyebut informasi tambahan akan disampaikan kepada kapal-kapal komersial sebelum kebijakan itu diberlakukan.

ADVERTISEMENT

CENTCOM juga menegaskan AS tidak akan menghalangi kapal yang melintasi selat untuk berlayar dari dan ke pelabuhan non-Iran. Blokade hanya ditujukan pada kapal yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan atau wilayah pesisir Iran, termasuk seluruh pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman.

Gagal Damai, Krisis Mengancam

Pengumuman blokade ini langsung memukul harapan berakhirnya perang dalam waktu dekat. Kebijakan tersebut diambil setelah AS gagal mencapai kesepakatan damai dalam pembicaraan di Islamabad.

Langkah ini juga berpotensi memperdalam krisis ekonomi global yang sudah terjadi sejak konflik pecah.

Trump mengatakan blokade tersebut bertujuan menghentikan upaya Iran mengontrol ketat Selat Hormuz dan meraup keuntungan ekonomi, sementara negara lain terdampak penutupan jalur strategis tersebut.

Ia menyebut Selat Hormuz seharusnya terbuka bagi semua kapal dari negara mana pun. Namun, Iran dinilai tidak mengizinkan hal itu dan berdalih masih ada potensi ranjau bagi kapal yang melintas. Trump menilai alasan tersebut sebagai bentuk pemerasan.

"Ini adalah pemerasan dunia dan Pemimpin Negara, terutama Amerika Serikat, tidak akan pernah diperas," tegas Trump.

Blokade Total dan Ancaman Serangan

Trump juga menyatakan blokade yang dilakukan AS bersifat total, yakni tidak ada kapal yang diizinkan melintas hingga Iran mengalah. Angkatan Laut AS akan mencari dan mencegat kapal di perairan internasional yang membayar bea masuk kepada Iran.

Diketahui, Iran tengah bersiap memungut bea dari kapal yang melintasi Selat Hormuz. Kebijakan itu memicu kemarahan Trump karena dinilai memperkuat cengkeraman Iran di jalur penting tersebut di tengah gencatan senjata.

"Tidak seorang pun yang membayar pungutan ilegal akan mendapatkan perjalanan aman di laut lepas," kata Trump.

Selain itu, Trump dan para penasihatnya dilaporkan mempertimbangkan opsi serangan militer terbatas ke Iran untuk menekan kebuntuan perundingan. Ia kembali mengancam akan menyerang infrastruktur vital Iran.

"Saya tidak ingin melakukannya, tetapi itu adalah air mereka, rencana desalinasi mereka, pembangkit listrik mereka, yang sangat mudah untuk diserang," kata Trump.

Artikel ini telah tayang di detikFinance. Baca selengkapnya di sini!



(dpw/dpw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads