Inter Milan sudah kebobolan 14 gol hanya dalam delapan pertandingan musim ini. Pelatih Cristian Chivu tak mengelak dari buruknya performa lini belakang Nerazzurri dan mengakui dirinya sebagai pihak yang paling bertanggung jawab.
Kekalahan 3-4 dari Club Brugge pada matchday kedua Liga Champions, tengah pekan lalu, semakin menegaskan masalah pertahanan Inter. Dari delapan pertandingan di semua kompetisi, Inter hanya mampu mencatatkan dua clean sheet.
Rapuhnya lini belakang Inter juga terlihat di kompetisi domestik. Gawang Nerazzurri sudah kebobolan delapan gol dalam enam pertandingan Serie A. Sementara itu, di Liga Champions, Inter kemasukan enam gol dari dua pertandingan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chivu menyadari persoalan tersebut harus segera dibenahi. Ia menegaskan tanggung jawab utama untuk memperbaiki pertahanan Inter berada di pundaknya.
"Harus mulai dari saya. Saya lah penanggung jawab utama," ujar Chivu seperti dilansir Football Italia.
"Kami harus membangun pola pikir yang sama dan bertanggung jawab. Ini sekelompok pemain hebat; kami hanya harus menemukan kekompakan dan terhubung kembali dengan momen-momen berbeda dalam pertandingan dengan tidak membiarkan kesulitan menjatuhkan kami."
Chivu juga meminta timnya tidak larut dalam kekecewaan setelah kekalahan dari Club Brugge. Menurutnya, hasil tersebut memang menyakitkan, tetapi tidak seharusnya menjadi alasan untuk kehilangan kendali.
"Kami tidak boleh menjadikannya (kekalahan dari Club Brugge) sebagai drama, meski itu menyakitkan, karena ekspektasinya tinggi."
Ia menilai Inter sebenarnya memiliki peluang untuk memenangi pertandingan. Namun, penurunan mental membuat timnya kehilangan kepercayaan diri dan gagal menjaga organisasi permainan ketika mendapat tekanan dari lawan.
"Kami bisa saja menang, dan saya mengatakan ini dengan segala hormat kepada lawan. Mereka rapi dan menyulitkan kami ketika mental kami menurun. Kami kehilangan kepercayaan diri dan jadi bingung. Kami bukannya tetap rapi tapi malah bereaksi secara emosional," katanya.
(dpw/dpw)