detikBali

KLH Sarankan Pasang CCTV di TPA Suwung untuk Perkuat Pengawasan

Terpopuler Koleksi Pilihan

KLH Sarankan Pasang CCTV di TPA Suwung untuk Perkuat Pengawasan


Maria Christabel DK - detikBali

Inspektur Utama KLH/BPLH Irjen Pol Winarto, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali I Made Dwi Arbani, dan Walikota Denpasar IGN Jaya Negara di TPA Suwung, (7/4/2026). (Maria Christabel DK/detikBali)
Foto: Inspektur Utama KLH/BPLH Irjen Pol Winarto, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali I Made Dwi Arbani, dan Walikota Denpasar IGN Jaya Negara di TPA Suwung, (7/4/2026). (Maria Christabel DK/detikBali)
Denpasar -

Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Suwung disarankan untuk dipasangi CCTV atau kamera pengawas. Tujuannya untuk mempermudah pengawasan operasional.

Inspektur Utama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Irjen Pol Winarto menilai kondisi pengelolaan di TPA Suwung saat ini sudah cukup baik. Namun tetap memerlukan pengawasan lebih optimal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memang masih perlu pengawasan, mungkin karena di sini ada dua titik ceknya, di sini dan di atas," jelas Winarto ketika diwawancarai di TPA Suwung, Denpasar, Bali, Selasa (7/4/2026).

Ia menyarankan pemasangan CCTV agar aktivitas di TPA Suwung dapat dipantau secara langsung, termasuk oleh kepala daerah.

ADVERTISEMENT

"Saran dipasangkan CCTV juga, jadi teman-teman di sini juga merasa diawasi walau tidak ada Pak Wali Kota, minimal Pak Wali Kota bisa melihat dari CCTV," imbuhnya.

Mengenai titik-titik pemasangan, Winarto sebutkan kewenangan berada di tangan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali. "Nanti Pak Kadis lah yang lebih tahu, di mana kira-kira anak buahnya mesti dipantau, dari sudut mana nya," kata Winarto.

Sementara itu, rencana penutupan TPA Suwung masih dalam tahap pembahasan. Pemerintah masih mengkaji metode terbaik dengan risiko paling kecil sebelum target penutupan pada 31 Juli 2026.

"Nanti sampai 31 Juli ada solusi lagi atau treatment yang baru, akan kami diskusikan, perlu kajian lebih lanjut," ujar Winarto.

Di sisi lain, proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di Bali disebut telah memasuki tahap penentuan pemenang lelang dan tinggal menunggu pelaksanaan peletakan batu pertama.

"PSEL lelangnya sudah, pemenangnya sudah, tinggal tunggu kabar peletakan batu pertamanya," tuturnya.

Inspeksi Pilah Sampah Mulai Berjalan Efektif

Pelaksanaan inspeksi sampah dari truk yang masuk ke TPA Suwung mulai berjalan efektif. Pengecekan sampah cukup memakan waktu 3-5 menit tergantung volume sampah. Hal itu dibuktikan dengan tidak timbulnya antrean truk yang memadati jalan.

"Sekarang bisa dilihat, volume baknya itu tidak penuh, sekarang isinya setengah. Dicek isinya benar-benar material residu. Setengah itu karena mereka hanya menemukan itu saja, artinya pemilihannya sudah jalan," jelas Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali I Made Dwi Arbani.

Saat ini, pemantauan volume sampah yang masuk ke TPA Suwung belum dapat diperkirakan oleh karena kendala timbangan rusak. Meski begitu kegiatan operasional tetap berjalan dari pukul 06.00-18.00 Wita.

Arbani menyebutkan bahwa petugas terlibat dalam pengecekan sampah berjumlah 6 orang di tiap titik pengecekan, "Petugas checker dari kami DKLH Bali, didampingi dari Kota Denpasar dan Badung juga, Satpol PP, TNI/Polri, ada Kementerian LHK juga, kalau checker tiap tiga jam shift, satu titik 6 orang. Lihat situasi bisa tambah lagi," ujar Arbani.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads