detikBali

Terombang-ambing di Laut, Nelayan Jembrana Selamat Dramatis

Terpopuler Koleksi Pilihan

Terombang-ambing di Laut, Nelayan Jembrana Selamat Dramatis


I Putu Adi Budiastrawan - detikBali

Petugas melakukan olah TKP peristiwa kecelakaan laut yang menimpa seorang nelayan asal Desa Air Kuning, Jembrana, Rabu (1/4/2026).
Petugas melakukan olah TKP peristiwa kecelakaan laut yang menimpa seorang nelayan asal Desa Air Kuning, Jembrana, Rabu (1/4/2026). (Foto: dok. Polres Jembrana)
Jembrana -

Seorang nelayan asal Desa Air Kuning, Jembrana, bernama Suharman (48), mengalami nasib nahas setelah jukung yang digunakannya tenggelam di perairan Yeh Sumbul, Kecamatan Mendoyo. Korban sempat terombang-ambing di tengah laut sebelum akhirnya berhasil diselamatkan nelayan lain.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (1/4/2026) malam. Korban diketahui berangkat melaut melalui pelabuhan tradisional Dusun Munduk, Desa Air Kuning, sekitar pukul 16.30 Wita.

Namun, saat berada di perairan Yeh Sumbul sekitar pukul 19.00 Wita, jukung yang digunakan Suharman mengalami kendala teknis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Salah satu katir perahu korban patah. Korban sempat berusaha menepi agar tidak terseret arus lebih jauh ke tengah laut," jelas Kapolsek Pekutatan, Kompol I Putu Suarmadi, saat dikonfirmasi detikBali, Kamis (2/4/2026).

ADVERTISEMENT

Nahas, jukung tersebut akhirnya tenggelam. Dalam kondisi darurat, Suharman berinisiatif mengambil tutup bak ikan (selbok) berwarna putih untuk dijadikan pelampung agar tetap bertahan di permukaan air.

Setelah beberapa jam terombang-ambing, korban ditemukan oleh nelayan asal Pekutatan bernama Ahmad Saeburahman yang langsung memberikan pertolongan.

"Benar, kejadiannya kemarin malam sekitar pukul 22.00 Wita. Korban ditemukan dan diselamatkan oleh nelayan dari Pekutatan," ungkap Suarmadi.

Korban kemudian dievakuasi menuju pinggir Pantai Pangkung Jukung, Pekutatan. Warga dan nelayan sekitar memberikan pertolongan awal kepada korban yang tampak lemas.

"Sekitar pukul 22.35 Wita, keponakan korban bernama Muhus Bahtiyar datang menjemput. Suharman akhirnya dipulangkan ke rumahnya di Banjar Munduk menggunakan sepeda motor," papar Suarmadi.

Meski selamat tanpa luka serius, jukung milik Suharman hingga kini belum ditemukan. Kerugian materiil akibat kejadian ini ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

"Kerugian akibat jukung yang tenggelam diperkirakan kurang lebih Rp 20 juta. Saat ini perahu korban masih belum ditemukan," tandas Suarmadi.




(dpw/dpw)










Hide Ads