detikBali

Lahan Kosong di Kerobokan Kelod Jadi TPS Liar, Sampah Menggunung

Terpopuler Koleksi Pilihan

Lahan Kosong di Kerobokan Kelod Jadi TPS Liar, Sampah Menggunung


Agus Eka - detikBali

Spanduk larangan buang sampah sudah dipasang DLHK Badung di lahan kosong yang dijadikan TPA liar di kawasan Merta Agung, Kerobokan Kelod, Badung, Rabu (1/4/2026). (Agus Eka/detikBali)
Foto: Spanduk larangan buang sampah sudah dipasang DLHK Badung di lahan kosong yang dijadikan TPA liar di kawasan Merta Agung, Kerobokan Kelod, Badung, Rabu (1/4/2026). (Agus Eka/detikBali)
Badung -

Lahan kosong di pinggir Jalan Merta Agung, Banjar Pengubengan Kauh, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung, Bali, berubah menjadi pemandangan kumuh akibat tumpukan sampah ilegal. Pantauan di lokasi, sampah plastik, sisa makanan, hingga puing bangunan berserakan tak beraturan hingga meluber ke pinggir jalan.

Aroma bangkai juga tercium menyengat di lahan itu. Praktis, keberadaan tempat pembuangan sampah (TPS) liar itu merusak estetika kawasan Kerobokan Kelod yang cukup sering dilewati wisatawan asing. Kondisi ini kian parah di tengah dibatasinya TPA Suwung untuk menerima sampah organik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lurah Kerobokan Kelod, I Made Wistawan menyebut, lahan kosong yang konon akan dijadikan lahan kavling pemukiman itu sudah kumuh sejak dua bulan lalu. Sejak itu, aparat desa berusaha menelusuri pemilik lahan yang diduga sudah dibeli oleh warga asing agar lahannya diperhatikan.

Tetapi, lambat laun, tanah kosong yang awalnya ditumpuki bekas material bahan bangunan, perlahan diisi kantong sampah beragam jenis. Kondisi tersebut kemudian dimanfaatkan oknum warga membuang sampah mereka hingga akhirnya menumpuk dan viral di media sosial.

ADVERTISEMENT
Spanduk larangan buang sampah sudah dipasang DLHK Badung di lahan kosong yang dijadikan TPA liar di kawasan Merta Agung, Kerobokan Kelod, Badung, Rabu (1/4/2026). (Agus Eka/detikBali)Spanduk larangan buang sampah sudah dipasang DLHK Badung di lahan kosong yang dijadikan TPA liar di kawasan Merta Agung, Kerobokan Kelod, Badung, Rabu (1/4/2026). (Agus Eka/detikBali)

Lokasinya yang berada di pinggir jalan dan lalu lintas yang cukup padat, kata dia, juga memungkinkan orang dengan gampang membuang sampah mereka langsung saat melintas.

"Mungkin istilahnya kesempatan, dengan gampangnya membuang di sana karena melihat peluang ada puing-puing bangunan. Pemilik tanah ini sampai sekarang saya kejar belum tahu siapa karena informasinya milik orang lokal yang bekerja sama dengan warga asing," kata Wistawan, Rabu (1/4/2026).

Wistawan ingin pemilik lahan segera memagar lahan itu atau memberi pembatas. Sebab, ia menduga, kondisi lahan yang kumuh sejak awal justru memancing siapa saja untuk buang sampahnya sembarangan di lokasi itu.

"Makanya kalau tidak diisi pagar, minimal ia melihat lah lahan mereka, diperhatikan. Kami sementara ini akan pasang pembatas entah itu garis, larangan buang sampah di sana," kata Wistawan.

Petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung langsung diterjunkan mengangkut tumpukan limbah nonorganik tersebut dengan truk. Wistawan mengakui, kelurahan kini mulai merancang strategi pengawasan ketat agar area itu tidak kembali jadi sasaran pembuangan sampah ilegal.

"Pemikiran kami, yang lebih efektif mungkin pemasangan CCTV supaya kami tahu siapa pembuangnya, plat nomor kendaraan yang digunakan. Dengan deteksi plat nomor dan jam kejadian itu, kita bisa panggil pelakunya sehingga muncul efek jera," pungkasnya.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads