detikBali

7 Kebiasaan Setelah Jam 7 Malam yang Perlu Dihindari Demi Jantung Sehat

Terpopuler Koleksi Pilihan

7 Kebiasaan Setelah Jam 7 Malam yang Perlu Dihindari Demi Jantung Sehat


Sarah Oktaviani Alam - detikBali

Ilustrasi Sakit Jantung
Ilustrasi Sakit Jantung. (Foto: Getty Images/MTStock Studio)
Daftar Isi
-

Kesehatan jantung tidak hanya ditentukan oleh pola makan dan aktivitas di siang hari. Rutinitas setelah jam kerja, khususnya pada malam hari, juga berperan besar dalam menjaga fungsi kardiovaskular.

Ahli kardiologi Dr. Sanjay Bhojraj, MD, mengungkapkan bahwa banyak orang mengabaikan kebiasaan setelah pukul 19.00. Padahal, fase ini penting karena tubuh mulai beralih dari aktivitas ke proses pemulihan.

Menurutnya, penyakit jantung berkembang dalam jangka panjang melalui sinyal berulang, seperti tekanan darah, peradangan, pengaturan gula darah, hingga kualitas tidur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pilihan di malam hari menentukan apakah tubuh beralih ke mode perbaikan atau tetap dalam mode stres," ujarnya, dikutip dari CNBC International.

Melansir detikHealth, berikut tujuh kebiasaan setelah jam 7 malam yang sebaiknya dihindari untuk menjaga kesehatan jantung:

ADVERTISEMENT

1. Makan Larut Malam

Metabolisme tubuh mengikuti ritme sirkadian. Pada malam hari, sensitivitas insulin menurun sehingga tubuh tidak bekerja optimal dalam memproses glukosa dan lemak.

Akibatnya, makan terlalu larut dapat memicu lonjakan gula darah, gangguan metabolisme lipid, hingga peningkatan peradangan. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa waktu makan lebih awal berkaitan dengan tekanan darah yang lebih stabil serta kontrol gula darah yang lebih baik.

Selain itu, proses pencernaan di malam hari bisa mengganggu mekanisme pemulihan tubuh saat tidur.

2. Terpapar Cahaya Terang Berlebihan

Paparan cahaya terang, terutama yang mengandung spektrum biru, dapat menekan produksi melatonin. Hormon ini berperan penting dalam mengatur siklus tidur, tekanan darah, dan aktivitas antioksidan pada sistem kardiovaskular.

Paparan cahaya di malam hari juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner serta gangguan penurunan tekanan darah alami saat tidur.

3. Menonton Tayangan yang Memicu Stres

Tayangan yang menegangkan seperti debat, reality show, atau pertandingan olahraga dapat memicu stres emosional. Kondisi ini mengaktifkan sistem saraf simpatik, meningkatkan detak jantung, dan tekanan darah.

Penelitian menunjukkan bahwa stres, baik akut maupun kronis, berkontribusi terhadap disfungsi endotel, yaitu tahap awal penyakit kardiovaskular.

"Secara pribadi, saya menyukai serial yang bagus seperti orang lain. Hanya saja saya tidak menontonnya di malam hari," kata Dr. Sanjay.

"Saya akan menyimpan drama gila orang lain untuk akhir pekan, ketika sistem saraf saya mampu menanggungnya. Meningkatkan hormon stres tepat sebelum tidur seperti menginjak pedal gas saat Anda memasuki garasi," lanjutnya.

4. Olahraga Intensitas Tinggi di Malam Hari

Olahraga memang penting untuk kesehatan jantung, tetapi waktu pelaksanaannya juga perlu diperhatikan.

Latihan berat pada malam hari dapat meningkatkan hormon stres seperti kortisol dan menunda tubuh masuk ke fase istirahat. Dampaknya, kualitas tidur menurun, detak jantung tetap tinggi saat malam, dan variabilitas detak jantung berkurang.

Padahal, variabilitas detak jantung merupakan indikator penting kesehatan kardiovaskular.

5. Konsumsi Alkohol

Banyak orang menganggap alkohol membantu relaksasi. Namun, secara fisiologis, alkohol justru mengganggu kualitas tidur dengan menekan fase REM dan mengacaukan produksi melatonin.

Kebiasaan ini juga dapat meningkatkan detak jantung saat istirahat serta menghambat penurunan tekanan darah alami di malam hari. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

6. Percakapan Penuh Emosi

Pertengkaran atau diskusi emosional di malam hari dapat memicu lonjakan hormon stres, menurunkan variabilitas detak jantung, bahkan memicu aritmia pada individu yang rentan.

"Pertengkaran di malam hari dengan istri tidak hanya merusak suasana hati. Hal itu membanjiri sistem tubuh dengan hormon stres tepat pada saat tubuh yang seharusnya beristirahat," ujar Dr. Sanjay.

"Beberapa percakapan penting. Hanya saja, tidak semuanya perlu terjadi malam ini," tambahnya.

7. Paparan Layar Tanpa Batas

Penggunaan ponsel, tablet, atau televisi tanpa kontrol di malam hari dapat mengganggu ritme sirkadian. Cahaya biru dari layar menunda produksi melatonin, sehingga waktu tidur menjadi lebih larut dan kualitasnya menurun.

Gangguan tidur kronis diketahui berkaitan dengan hipertensi, resistensi insulin, peradangan, hingga peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.

"Bagi saya, setelah pukul 7 malam, aturan saya sederhana: Kurangi gangguan sirkadian dan stres simpatik, dan biarkan jantung Anda pulih," tutupnya.




(dpw/dpw)










Hide Ads