detikBali

Iran Serang Pangkalan AS di Kuwait, 2 Rudal Ditembakkan

Terpopuler Koleksi Pilihan

Iran Serang Pangkalan AS di Kuwait, 2 Rudal Ditembakkan


Novi Christiastuti - detikBali

An Iranian Sejjil solid-fueled medium-range ballistic missile is being displayed at the Azadi (Freedom) square in western Tehran during a rally to mark the 45th anniversary of the victory of Irans 1979 Islamic Revolution, on February 11, 2024. The Iranian Islamic Revolution, which led to the overthrow of the Pahlavi dynasty in 1979, replaced the Imperial State of Iran with the present-day Islamic Republic of Iran. (Photo by Morteza Nikoubazl/NurPhoto via Getty Images)
Rudal Iran. (Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto)
Denpasar -

Garda Revolusi Iran mengeklaim telah menembakkan rudal ke pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Kuwait. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyebut sedikitnya dua rudal menghantam pangkalan AS di Kamp Arifjan, yang menjadi pusat logistik utama militer AS di negara Teluk tersebut.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Rabu (11/3/2026), mengklaim serangan rudalnya mengenai pangkalan militer AS di Arifjan, Kuwait.

"Pangkalan Amerika di Arifjan dihantam oleh tembakan dua rudal oleh unit rudal Angkatan darat IRGC," klaim IRGC dalam pernyataannya, dilansir dari detikNews.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IRGC merujuk pada Kamp Arifjan yang terletak di sebelah selatan Kuwait City.

ADVERTISEMENT

Namun Garda Nasional Kuwait dalam pernyataan terpisah, mengumumkan pasukannya telah menembak jatuh delapan drone sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan keamanan, melindungi lokasi-lokasi vital, dan menghadapi potensi ancaman apa pun.

Situasi di kawasan Timur Tengah memanas sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan skala besar terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Teheran merespons dengan gelombang serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Serangan pembalasan Iran dilaporkan memicu kerusakan di sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah, meskipun sebagian besar rudal dan drone Teheran berhasil dicegat sistem pertahanan udara. Menurut laporan kantor berita Xinhua, kerusakan paling parah terjadi di Kuwait.

Citra satelit dari Planet Labs menunjukkan adanya kerusakan infrastruktur pada Pangkalan Udara Ali Al Salem yang menampung pasukan AS di Kuwait setelah serangan Iran pada akhir pekan. Belasan bangunan, tempat perlindungan pesawat, area di dekat landasan terlihat mengalami kerusakan, menurut citra satelit itu.

Di Kamp Arifjan, yang menjadi pusat logistik utama AS di Kuwait, menurut laporan Xinhua, setidaknya enam kubah radar komunikasi satelit hancur. Hal itu diperkirakan berdampak pada jaringan Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah.

Kerusakan lainnya terjadi di area Kamp Buehring, di mana terlihat banyak kawah bekas serangan udara dan beberapa area tampak hangus terbakar.

Salah satu serangan Iran yang paling mematikan di Kuwait terjadi di area Pelabuhan Shuaiba, di mana pusat komando darurat AS yang ada di area itu dihantam serangan drone yang menewaskan enam tentara AS pada 1 Maret lalu.

Kementerian Pertahanan Kuwait mengumumkan bahwa ratusan drone dan rudal telah dicegat sejak Iran melancarkan serangan pembalasan terhadap gempuran AS dan Israel.




(dpw/dpw)










Hide Ads