detikBali
Internasional

Balas Pernyataan Trump, Iran: Kamilah yang Menentukan Akhir Perang!

Terpopuler Koleksi Pilihan
Internasional

Balas Pernyataan Trump, Iran: Kamilah yang Menentukan Akhir Perang!


Rita Uli Hutapea - detikBali

FILE PHOTO: Members of the Iranian revolutionary guard march during a parade to commemorate the anniversary of the Iran-Iraq war (1980-88), in Tehran September 22, 2011. REUTERS/Stringer/File Photo Acquire Licensing Rights
Ilustrasi - Personel Garda Revolusi Iran. (Foto: REUTERS/Stringer/File Photo Acquire Licensing Rights)
Denpasar -

Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) membalas pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait konflik yang sedang memanas di Timur Tengah. Iran menegaskan bahwa merekalah yang akan menentukan akhir perang tersebut.

"Kamilah yang akan menentukan akhir perang," kata Garda Revolusi dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari detikNews, Selasa (10/3/2026).

"Situasi dan status masa depan kawasan ini sekarang berada di tangan angkatan bersenjata kami, pasukan Amerika tidak akan mengakhiri perang," imbuh pernyataan itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump sebelumnya mengatakan bahwa perang melawan Iran tuntas. Trump mengeklaim hal itu lebih cepat dari perkiraan awal Washington terkait perang yang akan berlangsung selama empat hingga lima pekan.

Pernyataan Trump itu disampaikan dalam wawancara telepon dengan CBS News pada Senin (9/3) sore waktu setempat. Diketahui, AS dan Israel melancarkan serangan skala besar terhadap Iran sejak 28 Februari lalu. Serangan itu kemudian memicu eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

"Saya pikir perang ini sudah sangat tuntas, hampir," kata Trump.

"Mereka (Iran) tidak memiliki angkatan laut, tidak ada komunikasi, mereka tidak memiliki angkatan udara. Rudal-rudal mereka tinggal sedikit. Drone-drone mereka dihancurkan di mana-mana, termasuk pabrik pembuatan drone mereka," klaim Trump.

Militer AS sendiri mengeklaim telah menyerang lebih dari 3.000 target di wilayah Iran pada pekan pertama operasi militer. Serangan tersebut diberi nama 'Operation Epic Fury'.

"Berakhirnya perang itu hanya ada di pikiran saya, bukan pikiran orang lain," kata Trump.

Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini!




(iws/iws)











Hide Ads
LIVE