Daftar Isi
Rutinitas malam hari sering dianggap sepele, padahal justru berperan penting dalam menjaga kesehatan otak. Setelah seharian bekerja, berpikir, dan terpapar berbagai rangsangan, otak membutuhkan fase transisi menuju kondisi yang lebih tenang.
Para ahli neurologi menilai kebiasaan malam yang tepat dapat membantu otak memulihkan diri, mengelola stres, serta menjaga fungsi kognitif tetap optimal. Stres yang menumpuk sepanjang hari tidak hanya memengaruhi kondisi mental, tetapi juga bisa berdampak pada struktur dan kinerja otak bila tidak dikelola dengan baik.
Membuat malam hari lebih rileks menjadi salah satu kunci untuk mengurangi beban otak sekaligus mendukung kualitas tidur. Melansir detikHealth, Selasa (27/1/2006), berikut enam rutinitas malam yang dinilai bermanfaat untuk menjaga kesehatan otak:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Membaca Buku
Membaca beberapa halaman buku di malam hari dapat membantu menenangkan otak yang terlalu terstimulasi. Di tengah era digital dengan arus informasi yang nyaris tanpa henti, membaca buku menjadi aktivitas yang memberi ruang bagi otak untuk melambat.
Dikutip dari laman Times of India, proses membaca mampu mengaktifkan area otak yang berperan dalam kreativitas dan relaksasi. Sejumlah penelitian menunjukkan aktivitas ini dapat menurunkan tingkat stres hingga hampir 68 persen, sehingga membantu tubuh dan pikiran lebih siap memasuki waktu istirahat.
2. Batasi Waktu Menatap Layar
Paparan layar gawai yang berlebihan di malam hari dapat mengganggu fokus dan perhatian. Penelitian juga menunjukkan terlalu lama menatap layar berpotensi memengaruhi ketebalan korteks otak, bagian yang berperan penting dalam proses berpikir dan pengambilan keputusan.
Membatasi penggunaan ponsel, tablet, atau laptop menjelang tidur dapat membantu otak beristirahat dan mendukung proses relaksasi serta regenerasi sel saraf.
3. Konsumsi Kacang-kacangan dan Biji-bijian
Pilihan camilan malam juga berpengaruh pada kesehatan otak. Kacang-kacangan dan biji-bijian seperti kenari dan almond mengandung asam lemak omega 3 serta antioksidan yang baik untuk fungsi otak.
Dibandingkan makanan cepat saji, segenggam camilan bergizi ini dapat membantu mendukung daya ingat, menjaga kesehatan sel saraf, dan memberi asupan nutrisi tanpa membebani tubuh sebelum tidur.
4. Menjaga Jadwal Tidur yang Konsisten
Tidur pada waktu yang sama setiap malam membantu memperkuat ritme sirkadian atau siklus bangun-tidur alami tubuh. Dikutip dari laman Well and Good, konsistensi tidur berkaitan erat dengan pelepasan hormon penting seperti kortisol dan melatonin.
"Otak kita melepaskan hormon seperti kortisol untuk membuat kita merasa waspada dan melatonin untuk membuat kita merasa mengantuk. Jadwal tidur yang tidak teratur dapat membuat hormon-hormon ini tidak sinkron, sehingga membuat Anda mengantuk atau waspada pada waktu yang salah," ujar ahli saraf dr Faye Bageti, MD.
Tidur yang cukup dan berkualitas berperan penting dalam fungsi otak, pembentukan memori, serta proses pembuangan zat sisa dan racun yang menumpuk selama aktivitas harian.
5. Meditasi Singkat
Meditasi selama sekitar 10 menit di malam hari dapat membantu meredakan pikiran yang dipenuhi stres atau kecemasan. Kondisi mental yang gelisah diketahui dapat mengganggu fungsi otak dan kualitas tidur.
Teknik mindfulness, termasuk pernapasan dalam, dapat membantu menurunkan detak jantung dan tekanan darah, sehingga tubuh lebih rileks dan mudah terlelap.
6. Menjawab Teka-teki
Aktivitas sederhana seperti memecahkan teka-teki silang atau permainan logika ringan dapat menjadi latihan yang baik bagi otak. Kegiatan ini diketahui mampu memperkuat koneksi antar sel saraf dan meningkatkan daya ingat jangka pendek.
Selain itu, memecahkan teka-teki juga dapat memicu pelepasan zat kimia di otak yang berkaitan dengan rasa senang, sehingga membantu memperbaiki suasana hati, fokus, dan ketajaman berpikir.
Artikel ini telah tayang di detikHealth. Baca selengkapnya di sini!
(dpw/dpw)










































