detikBali

Jokowi: Percuma Struktur PSI Ada Kalau Cuma Kejar SK

Terpopuler Koleksi Pilihan

Jokowi: Percuma Struktur PSI Ada Kalau Cuma Kejar SK


Simon Selly - detikBali

Jokowi saat safari politik di Kota Kupang, NTT, Sabtu (1/8/2026).
Jokowi saat safari politik di Kota Kupang, NTT, Sabtu (1/8/2026). (Foto: Simon Selly/detikBali)
Kupang -

Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Joko Widodo (Jokowi) menegaskan struktur partai tidak boleh hanya menjadi formalitas atau sekadar dibentuk untuk memperoleh surat keputusan (SK). Menurutnya, struktur partai harus hidup, bekerja, dan hadir di tengah masyarakat.

Penegasan itu disampaikan Jokowi saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI Kota Kupang, Sabtu (1/8/2026). Ia mengatakan penguatan struktur hingga tingkat desa dan tempat pemungutan suara (TPS) menjadi pekerjaan utama partai.

"Sehingga kenapa dari DPP mengejar agar struktur partai ini sampai ke desa, ke TPS, karena kuncinya di situ dan perlu kita ingat bersama struktur partai harus yang fungsional, betul-betul berfungsi, harus hidup dan bekerja," kata Jokowi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden ke-7 RI itu mengingatkan seluruh pengurus PSI agar tidak hanya berorientasi pada pembentukan kepengurusan di atas kertas.

ADVERTISEMENT

"Percuma ada tapi hanya formalitas. Percuma struktur ada hanya ingin mendapatkan SK. Bukan itu, struktur yang fungsional, struktur yang hidup dan bekerja, struktur yang aktif sehari-hari di tengah-tengah kehidupan rakyat kita," tegasnya.

Jokowi menilai struktur partai yang aktif hingga tingkat desa dan TPS akan menjadi kunci kemenangan PSI pada Pemilu 2029.

"Membangun struktur partai karena ini adalah kunci kemenangan kita nanti di tahun 2029. Kuncinya membangun struktur partai sampai ke desa, sampai ke TPS. Kuncinya berada di situ," tegasnya.

Ia meminta kader PSI hadir dalam kehidupan masyarakat, baik saat warga sedang bergembira maupun mengalami kesulitan.

"Rakyat bahagia. Misalnya ada kawinan hadir, tetangga ada yang menikah, hadir. Tetangga ada yang ulang tahun, datang. Dan juga di saat rakyat kita kesusahan. Ada tetangga kematian, datang. Ada tetangga yang sakit, hadir dan tengok. Harus selalu itu. Itu namanya struktur yang fungsional dan bekerja," jelasnya.

Jokowi juga meminta kader hadir saat masyarakat tertimpa musibah serta memberikan bantuan.

"Bukan hanya sekedar ada kantor dengan tulisan DPD Kota Kupang," kata Jokowi.

Selain itu, ia meminta para pengurus membangun kedekatan dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh lokal agar keberadaan PSI semakin dikenal.

Menurut Jokowi, tingkat pengenalan masyarakat terhadap PSI saat ini baru mencapai 78 persen.

"Sementara yang mengetahui logo gajah PSI baru 48 persen," tambahnya.



(dpw/dpw)









Hide Ads