Meru tumpang sembilan di Pedarmaan Sire Arya Gajah Para, kawasan Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali, terbakar setelah tersambar petir pada Minggu (11/1/2026) sekitar pukul 14.00 Wita. Saat kejadian, bangunan tersebut masih dalam proses pembangunan.
Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiartha, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan hujan deras yang mengguyur wilayah Besakih sejak pagi diduga menjadi pemicu terjadinya sambaran petir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meru tersebut terbakar karena tersambar petir, karena hujan tak berhenti-berhenti di wilayah Besakih," kata Widiartha.
Widiartha menuturkan telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait guna menangani kebakaran agar tidak merembet ke bangunan suci lainnya di sekitar lokasi.
Diketahui, meru tumpang sembilan dengan tinggi sekitar 18 meter tersebut telah rampung sekitar 90 persen. Namun, sambaran petir menyebabkan bagian atap yang terbuat dari ijuk hangus terbakar.
Pihak Pengempon Pura akan segera mengganti bangunan yang terbakar tersebut dan akan terus melanjutkan pembangunan sampai tuntas nantinya.
Selain kejadian di Besakih, kebakaran palinggih yang diduga juga akibat tersambar petir dilaporkan terjadi di Desa Sangkan Gunung, Kecamatan Sidemen, pada waktu yang hampir bersamaan. Beruntung, kebakaran tersebut telah berhasil ditangani.
(nor/nor)










































