detikBali

10 Pejabat Daftar Calon Sekda NTB, Pansel Bantah Isu Sekda Impor-Titipan

Terpopuler Koleksi Pilihan

10 Pejabat Daftar Calon Sekda NTB, Pansel Bantah Isu Sekda Impor-Titipan


Ahmad Viqi - detikBali

Ilustrasi lulus, lolos seleksi atau lamaran diterima
Ilustrasi seleksi. Foto: Freepik/rawpixel.com
Denpasar -

Sebanyak 10 pejabat ikut seleksi terbuka calon Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Dari 10 pejabat yang mendaftar, dua di antaranya diketahui pejabat dari luar pemerintahan provinsi (Pemprov) NTB dan satu orang pejabat eselon II dari Pemkab Bima.

Ketua Panitia Seleksi (Pansel) seleksi terbuka Sekda NTB Riduan Mas'ud membantah isu pejabat impor yang akan menduduki kursi Sekda NTB. Menurut Riduan, seleksi Sekda NTB begitu diminati. Musababnya, dua pelamar berasal dari luar Pemprov NTB dan satu dari Pemkab Bima.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami pastikan tidak ada pejabat impor, tidak ada. Mengapa? NTB ini milik NKRI. Siapa pun yang daftar dan memenuhi syarat jadi sekda dari mana pun di Indonesia tetap punya hak untuk daftar," kata Riduan dikonfirmasi via telepon, Senin (22/12/2025).

Dosen Fakultas Ekonomi Syariah UIN Mataram itu juga membantah adanya titipan calon Sekda NTB. Semua pelamar yang mendaftar memperebutkan kursi Sekda NTB yang akan ditinggalkan Lalu Moh. Faozal harus mengikuti uji kompetensi dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

ADVERTISEMENT

"Provinsi NTB ini adalah nusantara kita buka pendaftaran untuk semua. Dan kami tegaskan tidak ada calon titipan," katanya.

Riduan menilai banyaknya kritik soal isu Sekda Impor dan Sekda titipan itu merupakan bentuk ekspresi masyarakat. Tim pansel, Riduan berujar, tetap bekerja sesuai regulasi dalam pendaftaran calon Sekda NTB.

"Ya wajar orang ngomong macam-macam kan kursi Sekda ini seksi, ya kami tetap sesuai regulasi saja. Semua yang daftar berpeluang. Ketika syarat terpenuhi," katanya

"Jadi kalau ada pejabat yang bagus nilainya baik bahkan dari kabupaten, why not. Yang penting dia memiliki integritas dan bisa membawa NTB lebih baik. Inilah meritokrasi sesungguhnya," lanjut Riduan.

Riduan menjelaskan, tahapan seleksi administrasi telah dilaksanakan oleh tim pansel bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB. Hasilnya, seluruh pendaftar dinyatakan memenuhi syarat administrasi.

"Seleksi administrasi sudah kami lakukan, alhamdulillah semua yang mendaftar dinyatakan lulus," katanya.

Saat ini, seluruh pendaftar calon Sekda NTB tengah mengikuti tahapan penilaian potensi, kompetensi manajerial, dan sosial kultural oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI di Jakarta. Nilai dari BKN nantinya akan dipadukan dengan hasil tes lain untuk menentukan tiga besar calon Sekda NTB.



"Nilai dari BKN akan diakumulasikan dengan berbagai tahapan seleksi lainnya, kemudian diambil tiga terbaik," jelasnya.

Berdasarkan jadwal pansel, penilaian potensi, kompetensi manajerial, dan sosial kultural akan dilaksanakan pada 22-24 Desember 2025 di Pusat Penilaian Kompetensi ASN BKN RI, Jakarta.

Selanjutnya, peserta diwajibkan menyerahkan makalah dalam bentuk soft file paling lambat 28 Desember 2025. Tahapan akhir berupa presentasi dan wawancara akan digelar pada 30 Desember 2025 di Kantor BKD Provinsi NTB.

Adapun 10 calon Sekda NTB yang lolos seleksi administrasi yakni:

1. Najamuddin Amy - Kepala Biro Perekonomian Setda NTB.
2. Ahsanul Khalik - Staf Ahli Bidang Sosial dan Kemasyarakatan Setda NTB.
3. Wirawan Ahmad- Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga NTB.
4. Yusron Hadi - Kepala Dinas Kominfotik NTB.
5. Fathurrahman - Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda NTB.
6. Ahmad Saufi - Asisten Deputi Kemenko PMK.
7. Abul Chair - Kepala Perwakilan BPKP Jawa Timur.
8. Dr. Aidy Furqan - Kepala Dinas Ketahanan Pangan NTB.
9. Taufik - Kepala Bappeda Kabupaten Bima.
10. Jamaluddin - Kepala Dinas Perdagangan NTB.




(nor/nor)










Hide Ads