7 Fakta Polisi Pengaman G20 Tewas Ditikam ABG gegara Cewek MiChat

Round Up

7 Fakta Polisi Pengaman G20 Tewas Ditikam ABG gegara Cewek MiChat

Tim detikBali - detikBali
Sabtu, 19 Nov 2022 07:36 WIB
pembunuhan
Ilustrasi pembunuhan (Foto: Edi Wahyono)
Denpasar -

Seorang anggota Badan Pemeliharaan Keamanan (Barhakam) Polri asal Sulawesi Selatan tewas ditikam di sebuah hotel di Jalan Pidada, Ubung, Denpasar. Anggota polisi inisial FNS itu diketahui turut menjadi anggota pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali.

FNS tewas setelah terlibat cekcok dengan seorang wanita yang dikenalnya melalui aplikasi MiChat. Ia ditikam oleh dua orang anak baru gede (ABG). Insiden berdarah itu terjadi di sebuah hotel di Jalan Pidada, Ubung, Denpasar, Rabu (16/11/2022) dini hari.

Berikut 7 fakta polisi pengaman KTT G20 yang tewas ditikam ABG usai cekcok dengan cewek MiChat:


1. Kenal Lewat MiChat

Berdasarkan informasi yang dihimpun, FNS diketahui berkenalan dengan seorang perempuan inisial Luh KDS melalui aplikasi MiChat. Rabu (16/11/2022) dini hari, FNS pun datang ke hotel di Jalan Pidada, Ubung, Denpasar, untuk menemui KDS.

Tujuan FNS menemui KDS adalah untuk kencan di hotel. Keduanya juga disebut sudah janjian dan berkomunikasi melalui aplikasi MiChat. Diduga, FNS sempat mentransfer sejumlah uang ke rekening KDS sebelum bertemu.

2. Korban Minta Uang Dikembalikan

Sampai di hotel yang berlokasi di Jalan Pidada, Ubung, Denpasar, FNS tiba-tiba hendak membatalkan kencan tersebut. Ia pun meminta KDS untuk mengembalikan uang yang sudah ditransfer sebelumnya.

KDS menolak hingga terjadilah adu mulut. KDS kemudian berteriak minta tolong.

3. Pelaku Dengar Teriakan

Teriakan KDS itu didengar oleh pengunjung hotel termasuk pelaku. Sontak, pelaku bersama beberapa tamu hotel datang menghampiri KDS dan FNS yang saat itu masih terlibat adu mulut.

Dari sana, terjadilah keributan antara korban dengan pelaku hingga berujung penikaman. Korban ditikam pelaku di leher bagian kanan hingga bersimbah darah. Korban akhirnya dilarikan ke RSUD Wangaya di Jalan Kartini Denpasar

"Pelaku sempat diamankan sekuriti hotel, tetapi berhasil kabur. Kalau korban setelah kejadian setahu kami langsung dilarikan ke RSUD Wangaya. Tetapi informasinya meninggal," ujar salah satu sumber ditemui di lokasi.

4. Luka Tusuk di Leher

FNS yang tewas usai cekcok dengan cewek MiChat itu mengalami luka tusuk di leher. Ia tewas ditusuk satu kali menggunakan pisau.

"(Kondisi luka) di bagian leher. (Ditusuk) satu kali menggunakan pisau. Pisaunya pelaku," kata Kapolsek Denpasar Utara Iptu I Putu Carlos Dolesgit saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis (17/11/2022).

Meski begitu, Carlos mengaku hingga kini belum mengetahui seberapa dalam luka tusukan tersebut hingga korban meninggal dunia. Menurutnya, saat inimasih dalam proses autopsi.

"Mungkin nanti dari hasil autopsi. Autopsi oleh tim kesehatan," jelas Carlos.

5. Dugaan Open BO

Belakangan, mencuat adanya praktik open booking out atau yang dikenal dengan istilah Open BO dalam insiden polisi tewas ditikam di hotel Jalan Pidada, Ubung, Denpasar, tersebut. Polisi pun selidiki dugaan Open BO yang berujung penikaman seorang anggota polisi hingga tewas.

"Motifnya ini masih proses penyidikan. (Soal dugaan open BO), itu masih dalam proses juga. Itu masih didalami seperti apa motifnya nanti akan diproses sesuai dengan pasal yang disangkakan," kata Carlos.

6. Dua Pelaku Ditangkap

Polisi telah menangkap dua orang pelaku penikaman hingga menyebabkan yang bersangkutan tewas. Kedua pelaku itu ternyata merupakan anak baru gede atau ABG. Keduanya berinisial F (16) dan A (15) dan kini ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polresta Denpasar.

Pelaku ditangkap di rumahnya di kawasan Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar pada Rabu (17/11/2022).

"Pelakunya sudah ditangkap dua orang inisial F dan A," kata Kapolsek Denpasar Utara Itu I Putu Carlos Dolesgit, Kamis (17/11/2022).

7. Peran Pelaku

Kedua pelaku memiliki peran berbeda saat penganiayaan yang bermula dari cekcok dengan cewek MiChat tersebut.

"Pelaku F nusuk, pelaku A nendang sekali," ujar Carlos.

Kedua pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan diganjar dengan Pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) juncto Pasal 338 KUHP.



Simak Video "Serunya Main Ayunan Lawas yang Ada Sejak Tahun 1930-an"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/hsa)