Mengenal Hari Stroke Sedunia 29 Oktober 2022: Sejarah-Gejala Stroke

Mengenal Hari Stroke Sedunia 29 Oktober 2022: Sejarah-Gejala Stroke

Tim detikHealth - detikBali
Sabtu, 29 Okt 2022 04:34 WIB
ilustrasi stroke
ilustrasi - Bagaimana sejarah Hari Stroke Sedunia? Apa saja gejala stroke yang perlu dikenali? (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Bali -

Hari Stroke Sedunia atau World Stroke Day kembali diperingati pada Sabtu (29/10/2022). Peringatan Hari Stroke Sedunia dilaksanakan setiap tahun pada 29 Oktober.

Bagaimana sejarah Hari Stroke Sedunia? Apa saja gejala stroke yang perlu dikenali?

Dilansir dari detikHealth, peringatan Hari Stroke Sedunia 2022 mengangkat tema Save #Precioustime. Tema yang ditetapkan oleh World Stroke Organization (WSO) itu bermaksud mengajak setiap orang untuk gunakan waktu secepat mungkin untuk konsultasi ke dokter jika tanda-tanda stroke muncul.


Sebab, ketika jaringan otak dan jutaan neuron sudah mulai memudar, dampaknya akan sangat fatal untuk kesehatan jangka panjang. WSO membuat slogan 'FAST' untuk mengenali tanda atau gejala stroke. Berikut penjelasannya:

4 Gejala Stroke Menurut WSO:

1. 'Face dropping' atau bentuk wajah yang tidak simetris,

2. 'Arm weakness' bermakna salah satu tangan melemah sehingga tidak bisa diangkat dan digerakkan,

3. 'Speech difficulties' yang berarti kesulitan berbicara dengan jelas,

4. 'Time to call' adalah hubungi dokter segera mungkin jika satu dari ketiga kondisi tersebut muncul.

Sejarah Hari Stroke Sedunia

Hari Stroke Sedunia baru diumumkan oleh dr Vladimir Hachinkski, ahli saraf klinis Kanada, pada 2006. Namun demikian peringatan tersebut sebenarnya telah ditetapkan dalam Kongres Stroke Dunia pada 2004 di Vancouver, Kanada.

Sementara itu, Hari Stroke Sedunia diperingati pertama kali oleh World Stroke Organization (WSO) pada 29 Oktober 2006, tahun yang sama dengan dibentuknya WSO. Organisasi ini merupakan hasil penggabungan dari dua lembaga stroke global sebelumnya, yaitu International Stroke Society (ISS) dan World Stroke Federation (WSF).

WSO dibentuk dengan misi mengkampanyekan penelitian dan pengajaran terkait kesehatan jantung untuk meningkatkan perawatan korban stroke. Organisasi tersebut juga berkomitmen untuk mengakui dan menghargai semua upaya profesional medis dan nonmedis dalam upaya mengurangi angka stroke di seluruh dunia.

Pada 2010, lembaga nirlaba ini menyatakan stroke sebagai kondisi darurat kesehatan masyarakat. Sejak itu mereka lebih masif menyosialisasikan dampak serius stroke dengan membeberkan cara pencegahan serta pengobatannya.

Mengenal Penyakit Stroke

Stroke termasuk penyakit kardiovaskuler yang disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah dan masalah jantung. Penyempitan itu menyebabkan aliran darah ke otak terhambat. Akibatnya, fungsi organ vital itu terganggu, baik fungsi untuk berpikir dan mengatur sistem motorik.

Beberapa faktor penyebab stroke antara lain kebiasaan hidup yang tidak sehat seperti merokok, minum alkohol berlebihan, dan jarang mengonsumsi buah dan sayur.

Selain itu, pengidap obesitas juga berisiko tinggi terkena stroke. Menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, sedikitnya satu dari lima kasus stroke terjadi karena obesitas.

Tak hanya itu, faktor kondisi kesehatan lainnya adalah tekanan darah tinggi (hipertensi), kadar kolesterol jahat atau Low Density Lipoprotein (LDL) tinggi, dan irama jantung yang tidak teratur.

Untuk diketahui, stroke menyumbang angka mortalitas tertinggi di Indonesia. Hampir setiap 10 detik, satu orang dinyatakan meninggal akibat stroke. Di tingkat dunia, stroke juga menjadi penyebab kecacatan yang utama.

Para ahli medis juga menyebut satu dari empat orang akan terkena stroke dalam rentang kehidupannya. Maka itu, selagi sehat, hindari penyakit ini dengan mengenali tanda-tandanya serta menerapkan budaya hidup sehat.



Simak Video "RS PON Ajak Masyarakat Jalan Sehat dalam Memperingati World Stroke Day"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/iws)