Sandiaga Dorong Pekerja Sektor Pariwisata Mulai Kedepankan Kualitas

Sandiaga Dorong Pekerja Sektor Pariwisata Mulai Kedepankan Kualitas

I Wayan Sui Suadnyana - detikBali
Senin, 26 Sep 2022 21:03 WIB
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno. (Dok. Kemenparekraf)
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno. (Dok. Kemenparekraf)
Badung -

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mendorong pekerja sektor pariwisata mulai berbenah dan memikirkan kualitas. Menurutnya, pekerjaan yang terkait sektor pariwisata selama ini cenderung lebih menekankan kuantitas.

Hal itu dikatakan Sandiaga saat melakukan pertemuan dengan sejumlah Menteri Pariwisata dari negara anggota G20 dan sektor swasta bersama dengan World Tourism and Travel Council (WTTC) dan UNWTO.

"Jika sebelum pandemi COVID-19, kita hanya memikirkan kuantitas, kali ini kita juga harus memikirkan kualitas pekerjaan di bidang pariwisata," kata Sandiaga di Grand Ball Room, Grand Hyatt Hotel Bali, Senin (26/9/2022).


Kualitas pekerjaan di bidang pariwisata sesuai dengan pilar pertama G20 Bali Guidelines yang mempertimbangkan penciptaan lapangan kerja yang baik di bidang pariwisata. Hal itu dilakukan melalui berbagai instrumen kebijakan, termasuk meningkatkan keterampilan dan kewirausahaan sumber daya manusia (SDM) pariwisata.

Menurut Sandiaga, salah satu upaya yang bisa ditempuh yakni dengan mengatasi kesenjangan keterampilan. Pekerjaan yang lebih layak cenderung memiliki persyaratan keterampilan yang lebih tinggi.

"Pemerintah dan swasta perlu memiliki kolaborasi yang lebih kuat agar mereka mampu membekali tenaga kerja dengan keterampilan yang benar-benar dibutuhkan oleh swasta," jelasnya.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menilai, dibutuhkan standar perlindungan pekerja yang lebih adil di bidang pariwisata, termasuk dalam hal upah, keseimbangan kehidupan kerja dan kemungkinan manfaat lainnya. Baginya, pemerintah perlu meningkatkan standar ketenagakerjaan.

"Pemerintah perlu meningkatkan standar ketenagakerjaan dengan berkonsultasi bersama serikat pekerja dan bisnis di sektor swasta dengan cara yang dapat mendukung pekerja dengan lebih baik tanpa meninggalkan daya saing sektor pariwisata," ungkapnya.

Tak hanya itu, pemerintah juga perlu memfasilitasi pelaku pariwisata dengan berbagai insentif yang diperlukan dalam menunjang pengembangan diri SDM. Dengan begitu, masyarakat mampu mendapatkan lapangan kerja yang lebih baik dan lebih layak.

"Hal ini dapat dilakukan dengan bekerja sama sektor swasta untuk menyusun program yang dapat memacu pertumbuhan produktivitas di bidang pariwisata seperti perusahaan teknologi pariwisata yang dapat menghasilkan pekerjaan di bidang data science atau pemasaran digital. Karena saya yakin, sektor swasta memiliki peran strategis dalam membantu pemulihan pariwisata pascapandemi," ujarnya.

Sementara itu, President and CEO WTTC Julia Simpson menambahkan, salah satu hal terpenting yang dapat dilakukan dari pertemuan para Menteri Pariwisata G20 dan pihak swasta adalah menjelaskan nilai sektor pariwisata berbasis masyarakat dalam hal nilainya terhadap keberlanjutan.

"Karenanya, kami sangat siap untuk membantu semua pihak untuk bersama-sama membangun ekosistem pariwisata berkelanjutan," katanya.



Simak Video "Ekraf Indonesia Diproyeksikan Bisa Salip Korsel 5 Tahun Mendatang"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/iws)