LPSK Ungkap Istri Ferdy Sambo Pemohon Perlindungan Paling Unik

LPSK Ungkap Istri Ferdy Sambo Pemohon Perlindungan Paling Unik

Tim detikNews - detikBali
Sabtu, 24 Sep 2022 04:21 WIB
Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi
Foto: Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi (Dwi Rahmawati/detikcom)
Jakarta -

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengungkapkan permohonan perlindungan yang diajukan oleh istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi merupakan yang paling unik. Keunikannya adalah Putri Candrawathi merupakan satu-satunya pemohon yang tidak mau menyampaikan keterangan apapun kepada LPSK, padahal yang bersangkutan butuh perlindungan.

"Ibu PC (Putri Candrawathi) adalah pemohon perlindungan yang paling unik kepada kasus kekerasan seksual yang saya tangani dan pembuktian secara umum," kata Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu dalam diskusinya.di acara bertajuk 'Media Massa sebagai Sahabat Saksi dan Korban' di Bandung, Jawa Barat, Jumat (23/9/2022), dikutip dari detikNews.

"Karena satu-satunya pemohon sepanjang LPSK berdiri yang tidak bisa, tidak mau dia menyampaikan apapun kepada LPSK. Padahal dia yang butuh LPSK bukan LPSK butuh Ibu PC," lanjutnya.


Menurut Edwin, Putri tak pernah responsif saat LPSK mulai meninjau permohonannya. Ditambah ada 2 hal umum pada konteks kekerasan seksual tidak terpenuhi dari sisi korban.

"Ibu PC butuh perlindungan LPSK, tapi tidak antusias, tapi kok tidak responsif gitu. Hanya ibu PC pemohon yang seperti itu selama 14 tahun LPSK berdiri," kata Edwin.

"Dan juga banyak hal yang sering saya sampaikan pada konteks kekerasan seksual. Umumnya ada 2 hal terpenuhi, satu relasi kuasa, dua, pelaku memastikan tidak ada saksi. Dua-duanya gugur pada kasus Ibu PC," sambungnya.

Edwin lantas menyinggung soal RUU TPKS yang menuntut pihak LPSK untuk segera memberi perlindungan saat pertemuan pada 29 Juli 2022 di Polda Metro Jaya. Edwin menyebut UU TPKS dibuat bukan untuk melindungi korban palsu.

"Ini UU TKPS bukan untuk melindungi orang-orang seperti ini. Untuk melindungi korban sebenarnya, untuk melindungi real korban. Bukan korban fake, korban palsu," pungkasnya.



Simak Video "Polri Ungkap Alasan Hasil Lie Detector Istri Sambo Tak Dipublikasikan"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)