Dalang Pembunuh Munir Diungkap Hacker Bjorka, Pihak Muchdi Buka Suara

Dalang Pembunuh Munir Diungkap Hacker Bjorka, Pihak Muchdi Buka Suara

Tim detikNews - detikBali
Senin, 12 Sep 2022 05:45 WIB
Dunia internet tengah dihebohkan dengan kemunculan Bjorka, hacker yang diduga meretas situs Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
Ilustrasi hacker (Foto: dok. ITPro)
Bali -

Publik di dunia maya kini ramai memperbincangkan Hacker Bjorka yang mengungkap kasus pembunuhan aktivis HAM, Munir. Hacker Bjorka bahkan mengungkapkan identitas dalang pembunuhan Munir. Dalam tulisan tersebut terlihat jelas data pribadi Muchdi Pr, mulai dari nomor telepon, email, NIK, nomor KK, alamat, hingga data vaksin. Tulisan Bjorka ini pun sempat trending di Twitter.

Lantas, bagaimana tanggapan pihak Muchdi Pr?

Dilansir dari detikNews, pihak Muchdi Pr melalui Sekjen Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang buka suara terkait hal ini. Ia menyebut isu Munir juga pernah muncul saat Pemilu 2019 lalu.


"Lima tahun lalu jelang Pemilu 2019 isu Munir ini mencuat, waktu itu menyorot kehadiran Pak Muchdi Pr dan Polycarpus di Partai Berkarya. Selaku sekjen saat itu saya membantah dan pasang badan utamanya di media bahwa pengadilan dan secara hukum kedua tokoh tersebut sudah diperiksa dan menjalani proses dan terbukti mereka sudah bebas secara hukum dan tidak terlibat," kata Andi Picunang kepada wartawan, Minggu (11/9/2022).

Sebagai informasi, aktivis HAM Munir meninggal di pesawat Garuda dengan nomor GA-974 ketika sedang menuju Amsterdam untuk melanjutkan kuliah pascasarjana pada 7 September 2004. Menurut laporan Institut Forensik Belanda (NFI), Munir disebut meninggal akibat racun arsenik dengan jumlah dosis yang fatal. Munir diduga dibunuh dengan cara meracuni makanannya.

Adapun dalam kasus tersebut Pollycarpus Budihari Prijanto divonis 20 tahun penjara atas putusan kasasi Mahkamah Agung tahun 2007. Namun setelah dipenjara 8 tahun, Polly bebas murni 29 Agustus 2018.

Muchdi Pr juga sempat ditetapkan sebagai tersangka selaku Deputi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Namun, pada 31 Desember 2008, Muchdi divonis bebas oleh PN Jakarta Selatan.

Menurut Picunang, Muchdi Pr saat ini memiliki hak untuk dipilih dan memilih. Ia menyebut isu soal Muchdi sebagai dalang pembunuhan Munir akan hilang dengan sendirinya.

"Mereka punya hak sebagai WNI untuk dipilih dan memilih, negara mengatur itu. Lama-lama isu itu hilang dengan sendirinya. Saat ini muncul lagi, entah skenario apa lagi. Pak Munir dan Polycarpus sudah wafat, kasusnya muncul lagi dan menyeret nama Ketua Umum kami (Muchdi PR)? Sementara partai kami Partai Berkarya lagi disorot karena tidak lolos pendaftaran di KPU saat ini dan adanya dinamika internal tak kunjung usai," jelasnya.

Ia menduga ada sesuatu di balik aksi hacker Bjorka. Namun, baginya isu ini akan hilang dengan sendirinya.

"Adanya hacker Bjorka membuka ke publik lagi pasti ada niat di balik itu. Entah mau menutupi isu terupdate sekarang atau sekedar isu jelang pemilu lima tahunan. Wallahu alam. Lama-lama juga akan hilang dengan sendirinya," ujarnya.

Hacker Bjorka Senggol Sejumlah Pejabat

Hacker Bjorka menyenggol sejumlah pejabat tinggi di Twitter, mulai dari Dirjen Aptika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan, Ketua DPR Puan Maharani, hingga Menteri BUMN Erick Thohir. Tak hanya itu, Denny Siregar juga tak luput dicolek Bjorka.

Bjorka menyinggung kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu dan juga aktivitas menteri BUMN lainnya. Dalam cuitannya itu, Bjorka 'mencolek' Erick Thohir.

Berikutnya, cuitan yang mencolek Puan diunggah akun @bjorkanism, Minggu (11/9/2022). Dalam cuitan itu Bjorka menanyakan kepada Puan soal ulang tahunnya yang dirayakan di DPR saat ada aksi demonstrasi tolak kenaikan harga BBM di depan kantornya.

"How are you madam @puanmaharani_ri? how does it feel to celebrate a birthday when many people are protesting about the price of fuel right in front of your office?" cuit Bjorka.

Untuk diketahui, Hacker Bjorka sebelumnya menjual data pengguna sampai mengumbar ada kebocoran data registrasi SIM card prabayar yang isinya meliputi NIK, nomor KK, nomor telepon, dan tanggal registrasi. Bahkan, ia juga membeberkan data pribadi Menkominfo Johnny G Plate dan mengaku mempunyai dokumen rahasia Presiden RI milik Joko Widodo (Jokowi). Terakhir, Bjorka juga mengatakan siapa otak pembunuhan aktivis Munir pada 2004.



Simak Video "Partai Berkarya Bantah Ketumnya Terlibat Pembunuhan Munir "
[Gambas:Video 20detik]
(iws/iws)