Pasutri Gianyar Buat-Jual Video Seks, Suami Dijuluki Ironman di Medsos

I Wayan Sui Suadnyana - detikBali
Sabtu, 13 Agu 2022 18:21 WIB
Konferensi pers kasus pasangan suami istri (pasutri) di Bali yang menjual video seks melalui grup Telegram berbayar.
Konferensi pers kasus pasangan suami istri (pasutri) di Bali yang menjual video seks melalui grup Telegram berbayar. (Foto: I Wayan Sui Suadnyana/detikBali)
Denpasar -

Pasangan suami istri atau pasutri di Kabupaten Gianyar, Bali, berinisial GGG (33) dan istrinya Ni Kadek DKS (30) ditangkap polisi gegara membuat dan menjual video seks di media sosial (medsos). Sang suami GGG dijuluki sebagai Ironman oleh pelanggannya.

"Yang suaminya ini punya julukan Ironman di medsos. Bang Iron panggilannya," kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali AKBP Ambariyadi Wijaya kepada detikBali di Denpasar, Sabtu (13/8/2022).

Pasutri itu membuat video seks kemudian diunggah ke medsos Twitter. Setelah mengunggah cuplikan video di Twitter, mereka menawarkan kepada pelanggan untuk bergabung di grup Telegram berbayar. Pelanggan yang masuk ke grup Telegram tersebut harus membayar agar bisa menyaksikan video dengan durasi penuh.


Diberitakan sebelumnya, dua orang ditangkap oleh Tim Sub Direktorat (Subdit) V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali terkait kasus jual-beli video seks melalui grup Telegram berbayar.

Video seks dijual di grup berbayar tersebut mulai treesome hingga gangbang. Keduanya yakni laki-laki inisial GGG (33) dan perempuan berinisial Kadek DKS (30) yang merupakan pasangan suami istri.

"Di dalam group Telegram tersebut tersangka yang merupakan admin dari grup tersebut membagikan video porno dengan pemeran yang sama dengan pemeran video yang ada di akun Twitter sebelumnya," ungkap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto saat konferensi pers di Gedung Ditreskrimsus Polda Bali, Rabu (10/8/2022).

Keduanya kini dikenakan Pasal 27 ayat (1) juncto Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 4, Pasal 10 UU Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi dan/atau Pasal 55 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Mereka terancam hukuman maksimal 12 tahun dan minimal 6 bulan penjara.

Hingga saat ini polisi telah melakukan penahanan terhadap GGG. sementara itu, perempuan berinisial Kadek DKS tidak ditahan dikarenakan mempunyai anak kecil yang mesti dirawat.



Simak Video "Sains di Balik Cat Ajaib yang Jadi Gaun Bella Hadid"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/kws)