Kasus Pornografi-UU ITE

Polisi Dalami Aliran Cuan Penjualan Konten Video Seks Pasutri Gianyar

Tim detikBali - detikBali
Sabtu, 13 Agu 2022 08:38 WIB
Salah satu pose Tersangka Ni Kadek DKS dalam kondisi hamil
Salah satu pose Tersangka Ni Kadek DKS dalam kondisi hamil besar (Foto: IST)
Denpasar -

Usai penetapan tersangka terhadap pasutri asal Gianyar berinisial GGG (33) dan istrinya Ni Kadek DKS (30)dalam perkara Pornografi dan UU ITE, kini polisi tengah mendalami aliran dana dari hasil penjualan video seks.

Pendalaman itu menyusul dengan pengakuan tersangka GGG (33) dan istrinya Ni Kadek DKS (30) yang sempat menyebut dari hasil perbuatannya membuat dan mengkomersilkan video konten pornografi di akun telegram, mereka hanya mendapat Rp50 juta.

Merespon pengakuan kedua tersangka, Plt. Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali AKBP Ambariyadi Wijaya S.I.K, S.H., M.H menyatakan akan melakukan pendalaman.


Mantan Kapolres Probolinggo Kota ini menduga, penghasilan alias cuan dari penjualan konten asusila itu diyakini lebih.

"Kami menduga lebih. Apalagi mereka ini melakukan dari sejak 2020. Namun untuk memastikan perlu pendalaman lagi,"tegas AKBP Ambariyadi

Selain melakukan pendalaman terkait aliran dana dari penjualan konten di akun media sosial, pihak penyidik juga masih melakukan penyidikan terkait motif pasutri Gianyar membuat video seks.

Pasalnya, usai ditangkap dan dilakukan pemeriksaan terhadap kedua tersangka dan barang bukti, polisi menemukan banyak fakta baru.

Diantaranya yakni terkait adanya dugaan praktik prostitusi online yang dilakukan pasutri muda ini.

"Ada banyak koleksi konten dari sejumlah akun yang penyidik temukan. Mereka juga terkesan menikmati dan profesional. Hanya saja kami tidak bisa menduga-duga dan perlu pendalaman lagi soal ini. Apakah memang ada unsur ke sana atau lainnya,"imbuh mantan Kasat Reskrim Polresta Denpasar ini.

Lebih lanjut, AKBP Ambariyadi juga mengingatkan dengan terungkapnya kasus ini, pihaknya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya para generasi muda untuk lebih bijak dalam menggunakan sosial media.

Maraknya konten-konten yang sarat dengan unsur pornografi dikhawatirkan akan merusak mental dan psikologi. "Tentunya ini jadi PR semua pihak, dan kami juga akan terus meningkatkan patroli siber,"tukas AKBP Ambariyadi wijaya



Simak Video "Jefri Nichol Ralat soal Anak Sambo Ribut, Netizen Ingatkan UU ITE"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/dpra)