Kisah Inspiratif

Wayan Agus, Pedagang Asongan di Karangasem Sukses Raih Gelar Doktor

I Wayan Selamat Juniasa - detikBali
Minggu, 19 Jun 2022 18:49 WIB
Kisah I Wayan Agus Anggayana, seorang penjual asongan di Taman Tirta Gangga, Karangasem, yang sukses meraih gelar doktor di usia tergolong muda: 27 tahun.
Kisah I Wayan Agus Anggayana, seorang penjual asongan di Taman Tirta Gangga, Karangasem, yang sukses meraih gelar doktor di usia tergolong muda: 27 tahun. (Foto: I Wayan Selamat Juniasa/detikBali)
Karangasem -

Satu lagi kisah inspiratif datang dari Kabupaten Karangasem, Bali. Inilah kisah I Wayan Agus Anggayana. Pria asal Banjar Dinas Abianjero, Desa Ababi, Kecamatan Abang, Karangasem, itu adalah seorang penjual asongan yang sukses meraih gelar doktor di usia tergolong muda: 27 tahun. Kini ia memiliki nama lengkap dengan gelar Dr. I Wayan Agus Anggayana S.Pd.,M.Pd.

Wayan Agus menceritakan perjuangannya untuk bisa kuliah dan menyelesaikan program doktoral. Lahir dari keluarga sederhana mengharuskan dia menjadi pedagang asongan sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga Sarjana.

"Kehidupan saya sejak dulu penuh dengan perjuangan," tutur Wayan Agus kepada detikBali saat ditemui di rumahnya di wilayah Banjar Dinas Abianjero, Desa Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Minggu (19/6/2022).


Pria kelahiran 28 Juli 1993 ini menceritakan, saat SD hingga SMP ia tinggal di wilayah Kecamatan Sidemen. Menginjak SMA hingga kini, ia dan keluarganya terpaksa harus pindah dan tinggal di wilayah Kecamatan Abang. Saat pindah inilah ia dan keluarganya mendapatkan tantangan hidup. Ayahnya mulai sakit-sakitan. Hal itu mengharuskan ibunya bekerja sebagai tukang sapu jalanan.

Wayan Agus tak menyerah. Sembari mengenyam pendidikan di SMA PGRI 1 Amlapura, ia mulai mencoba usaha jualan pulsa, memelihara bebek, hingga memelihara bangkung (babi betina). Semua itu dia lakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan bekal sekolah.

Lulus SMA, ia melanjutkan ke tingkat Sarjana di Universitas Pendidikan Ganesha dengan mengambil studi Pendidikan Bahasa Inggris.

"Saat itu saya berpikir jika hanya mengandalkan jualan pulsa dan memelihara bebek mungkin tidak cukup untuk biaya sekolah dan juga uang bensin ke sana-ke mari. Akhirnya saya coba cari-cari peluang untuk berjualan," tutur Wayan Agus.

Akhirnya setelah menimbang-nimbang, Wayan Agus memutuskan untuk berjualan asongan peralatan elektronik di Taman Tirta Gangga. Ia menjual power bank, senter, tongsis, charger HP, dan lainnya.

"Saat itu di Taman Tirta Gangga tidak ada yang jualan seperti itu karena kebanyakan berjualan kacamata, gelang, dan aksesoris lainnya," imbuhnya.

Tak berhenti sampai di sana. Wayan Agus terus mengikuti perkembangan pasar sehingga barang dagangannya menjadi lebih bervariasi.

"Saya pernah dalam sehari bisa mendapatkan omzet sekitar Rp 1,5 juta dan barang yang paling laris selama ia berjualan adalah power bank," imbuhnya.

Setelah sarjana, ia semakin bersemangat untuk terus melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Wayan Agus kemudian melanjutkan pendidikan S2 (pascasarjana) di Universitas Pendidikan Ganesha. Lantaran kesibukannya semakin bertambah, selain berjualan langsung ke Taman Tirta Gangga, ia juga berjualan secara online.

Latar belakang pendidikan yang cukup mumpuni mengantarkan Wayan Agus menjadi instruktur Bahasa Inggris di Monarch Candidasa dan mengajar Bahasa Inggris di Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) Denpasar. Meski begitu, ia mengaku tetap berjualan asongan di Taman Tirta Gangga.

Lulus S2, Wayan Agus terus melanjutkan pendidikan dan mengambil program doktoral (S3) di Universitas Udayana. Ia mengambil studi Linguistik dan berhasil meraih gelar doktor pada tahun 2021 lalu. Kini ia tercatat sebagai dosen di Akademi Komunitas Manajemen Perhotelan Indonesia.

"Keterbatasan ekonomi jangan sampai menjadi suatu alasan untuk dapat meraih pendidikan yang setinggi-tingginya. Karena jika kita mau berusaha dan memiliki tekad yang kuat, jalan itu selalu ada dan terbuka untuk kita semua," ucap Wayan Agus.

Riwayat Pendidikan I Wayan Agus Anggayana

- SDN 1 Sidemen 1998-2004

- SMPN 1 Sidemen 2004-2007

- SMA PGRI 1 Amlapura 2007-2010

- Universitas Pendidikan Ganesha (S1) 2010-2014

- Universitas Pendidikan Ganesha (S2) 2014-2016

- Universitas Udayana (S3) 2017-2021



Simak Video "Perjuangan Ketut Budiarsa, Disabilitas Tulang Rapuh di Bali "
[Gambas:Video 20detik]
(iws/iws)