Kisah Penjaga Artshop di Kuta Setelah 2 Tahun Dihajar Pandemi

Triwidiyanti - detikBali
Senin, 23 Mei 2022 16:28 WIB
Suasana Jalan Raya Legian, Kuta, Badung, Senin (23/5/2022).
Suasana Jalan Raya Legian, Kuta, Badung, Senin (23/05/2022). (Foto: dok. Triwidiyanti)
Badung -

Geliat pariwisata di Pulau Bali khususnya di Kabupaten Badung tampaknya mulai menggeliat. Wisatawan perlahan berdatangan.

Sejumlah toko kerajinan (artshop) di sepanjang Jalan Legian, Kuta, juga mencoba kembali buka setelah dua tahun dihajar pandemi Covid-19.

Meski begitu, tak sedikit pula artshop yang telah dijual dan over kontrak.


Sejumlah penjaga artshop yang ditemui detikBali di kawasan Jalan Raya Legian, Kuta, mengaku kembali membuka usahanya baru-baru ini.

Seperti diungkapkan oleh Wayan Sukarja (50 tahun), seorang pedagang yang jualan kerajinan di Jalan Raya Legian. Ia mengaku sudah berjualan sejak 2002 silam.

Ia menceritakan, sebelum pandemi dirinya bisa mendapat penghasilan yang cukup dari artshop yang dikelolanya. Namun, pandemi yang berkepanjangan ternyata membuatnya harus bekerja lebih keras bahkan habis-habisan.

"Kini jangankan ada yang beli, sudah bisa buka aja udah syukur," ucapnya kepada detikBali, Senin (23/5/2022).

"Uang simpanan saya habis, emas, mobil habis-habisan, Mbak. Saya nggak jualan, apalagi saya cuma ini penghidupannya. Kalau teman-teman saya yang lain, mungkin ya mereka jualan makanan kayak nasi jinggo. Kalau saya tidak," tutur pria asal Legian itu.

Lantaran hidupnya kian terjepit dan kondisi tak kunjung membaik, ia pun terkadang mengadu nasibnya dengan judi togel.

"Paling Rp5.000, nggak berani banyak-banyak. Uda miskin, makin miskin nanti," katanya tertawa.

"Ya buat selingan aja, iseng-iseng berhadiah," selorohnya.

Lain lagi dengan kisah Robi. Karyawan penjaga toko kerajinan tangan asal Sulawesi ini mengaku dua tahun dirumahkan selama masa Covid-19. Sebagai rantauan di Bali, ia pun mengaku tidak bekerja dan hanya menunggu pariwisata kembali normal.

Meski begitu, Robi cukup beruntung karena memiliki tabungan yang cukup.

Kini artshop tempatnya bekerja kembali dibuka, namun ternyata banyak barang dagangan yang sudah rusak.

"Ini buka karena banyak barang yang rusak. Jadi ya kita buka," ujarnya yang mengaku toko majikannya itu baru buka Minggu (22/5/2022) kemarin.

Ia pun berharap pariwisata Badung khususnya di kawasan Kuta dapat segera normal kembali.

"Kalau Covid-nya turun, ya semoga tiga bulan lagi bisa normal," harapnya. (*)



Simak Video "Sudah Dilonggarkan, Pariwisata Bali Barat Masih Belum Ramai"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/iws)