Lingkungan Pasien Suspek Meninggal di Jembrana Zona Merah Rabies

Tim detikBali - detikBali
Minggu, 22 Mei 2022 17:11 WIB
Korban suspek rabies yang meninggal dibawa ke kampung halamannya, Jumat (20/5).
Saat korban suspek rabies yang meninggal akan dibawa ke kampung halamannya, Jumat (20/5/2022) Foto: I Ketut Suardika
Jembrana -

Pasien suspek meninggal dengan gejala rabies, berada di wilayah yang masuk zona merah. Karena Lingkungan Satria, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, pernah terjadi kasus gigitan anjing positif rabies.

Berdasarkan data hasil pemeriksaan sampel otak hewan penular rabies (HPR) oleh laboratorium Denpasar yang dikirim Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana. Lingkungan Satria, pernah ada kasus positif bulan Januari dan Februari.

Karena itu, Lingkungan Satria, Kelurahan Pendem, merupakan salah satu wilayah yang masuk dalam zona merah rabies. "Karena pernah terjadi kasus positif rabies, termasuk zona merah," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I Wayan Sutama, kepada detikBali, Minggu (22/5/2022).


Pada saat terjadi kasus gigitan positif rabies di Lingkungan Satria, sudah dilakukan langkah respon cepat dengan vaksinasi darurat di Kelurahan Pendem, termasuk Lingkungan Satria. "Waktu itu vaksin masih banyak, vaksinasi di Pendem sudah bagus, banyak anjing yang sudah divaksin," jelasnya.

Pihaknya tidak bisa memastikan, anjing yang positif rabies, merupakan anjing yang menggigit korban. Karena menurut informasi, anjing yangmengigit korban hilang.

Seperti diberitakan sebelumnya, I Gusti Ayu Parwati (65), warga Lingkungan Satria, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, meninggal di salah satu rumah sakit swasta, Jumat (20/5). Keluarga curiga terpapar virus rabies karena ada riwayat gigitan anjing awal bulan Februari lalu.

Korban digigit anjing milik warga saat akan berangkat ke pasar sekitar pukul 4.30 WITA. Karena merasa tidak terjadi apa-apa, korban tidak mau memeriksakan ke puskesmas. Padahal sudah diajak oleh suaminya, alasan korban menolak karena takut disuntik.

Beberapa hari setelah gigitan itu, suaminya sempat datang ke rumah pemilik anjing, saat itu anak pemilik mengatakan anjingnya masih ada. Namun beberapa hari kemudian anjing hilang. Pemiliknya bilang sudah tidak tahu anjingnya dimana.

Hingga akhirnya, pada Kamis (19/5/2022) sore mengeluhkan sakit pinggul dan sering buang air kecil, sehingga dibawa ke ruang sakit swasta yang tidak jauh dari rumahnya. Sebelum meninggal, korban tidak mengalami gejala lain. Korban yang juga memiliki riwayat tensi tinggi, hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada Jumat (20/5/2022) pagi sekitar pukul 4.00 WITA.

Dari keterangan dokter, istrinya meninggal karena komplikasi. Mulai dari serangan jantung dan diabetes. Serta dari gejala juga diduga karena rabies. Namun dokter tidak bisa memastikan rabies, tapi melihat gejalanya sepertinya rabies.



Simak Video "Cegah Penyebaran Rabies, Puluhan Anjing di Jembrana Disterilisasi"
[Gambas:Video 20detik]
(nor/nor)