Vaksinasi Massal Rabies di Zona Merah Jembrana Distop, Ada Apa?

I Ketut Suardika - detikBali
Sabtu, 14 Mei 2022 13:31 WIB
Vaksinasi masal terakhir di Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Kamis (12/5/2022)
Vaksinasi massal terakhir di Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Kamis (12/5/2022). Foto: I Ketut Suardika/detikBali
Jembrana -
Vaksinasi rabies massal di desa zona merah sementara dihentikan. Karena ketersediaan vaksin rabies sudah habis, sehingga masih banyak desa zona merah belum mendapat vaksin.

Saat ini hanya ada vaksin rabies yang disiapkan untuk vaksinasi respons cepat ketika ada kasus positif.

Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I Wayan Widarsa menyampaikan, bahwa vaksinasi massal sementara dihentikan. Vaksinasi massal terakhir di Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo.

"Vaksinasi massal break dulu," jawab Widarsa saat dikonfirmasi detikBali, Sabtu (14/5/2022).

Karena tidak ada stok vaksin lagi untuk vaksinasi massal, maka desa yang masuk zona merah sementara dihentikan.

Dari total 22 desa zona merah, sebanyak 14 desa masih menunggu vaksin rabies dari pusat yang diberikan melalui pemerintah provinsi Bali.

"Sisa vaksin hanya 200 dosis, tidak bisa masuk ke desa zona merah lain. Karena digunakan untuk respons cepat ketika ada kasus positif rabies lagi," jelasnya.


Padahal dari 14 desa zona merah itu, masih ada ribuan ekor estimasi hewan penular rabies yang jadi target sasaran.

"Kita masih nunggu vaksin kalau vaksin sudah datang langsung lanjut lagi vaksinasi massal," jelasnya.

Desa atau Kelurahan zona merah dan populasi anjing yang belum mendapat vaksin, terdiri dari Desa Baluk 1.340 ekor, Berangbang 1.115 ekor, Banjar Tengah 496 ekor, Lelateng 1.211 ekor, Sangkaragung 678 ekor, Dangin Tukadaya 858 ekor, Yehembang Kangin 973 ekor, Yeh Sumbul 927 ekor, Gumbrih 911 ekor, Manggissari 608 ekor medewi 716 ekor, Pangyangan 386 ekor, Pekutatan 1.189 ekor dan Pengeragoan 1.177 ekor.

Widarsa menambahkan, pengadaan vaksin rabies masih menunggu alokasi dari APBN. "Cuma masih belum turun," kata Widarsa.

Menurut Widarsa, informasi yang diterima ada kendala pengadaan dari provinsi, sehingga belum bisa memastikan apakah akan turun ditahun anggaran induk ini atau pada perubahan. "Kita dari provinsi dapat jatah lagi sekitar 20 ribu dosis," bebernya.

Tetapi masalahnya, kapan vaksin akan diberikan, pemerintah kabupaten belum mengetahui. Salah satu solusi agar bisa mendapat vaksin rabies tambahan, akan meminta bantuan kabupaten lain yang kasus rabies lebih sedikit. "Kita tetap berusaha melobi teman-teman kabupaten lain yang kasusnya sedikit, pinjam vaksin rabies," tukasnya.

Sementara kasus positif rabies dari hasil laboratorium terakhir bertambah tiga kasus dalam sepekan ini. Sehingga komulatif kasus terkonfirmasi positif rabies di Jembrana sebanyak 97 kasus periode Januari - Mei.

Padahal Senin (9/5/2022) lalu, kasus positif sebanyak 94 kasus. Jumlah kasus ini bisa tambah lagi, karena masih ada sampel yang diteliti di laboratorium Denpasar.




Simak Video "Lagi, Warga Jembrana Diduga Kena Rabies Meninggal Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)