Pembuat Video Viral di Samuan Tiga Disanksi Guru Piduka, Apa Itu?

Pembuat Video Viral di Samuan Tiga Disanksi Guru Piduka, Apa Itu?

Agus Eka - detikBali
Sabtu, 30 Apr 2022 14:51 WIB
Para pemuka agama Hindu melaksanakan prosesi upacara Tawur Kesanga menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1940 di Pura Besakih, Karangasem, Bali, Jumat (16/3). Upacara untuk menyucikan alam tersebut dipusatkan di Pura terbesar di Bali itu dan digelar secara bersamaan juga di seluruh desa adat di Pulau Dewata. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/aww/18.
ilustrasi upacara mecaru atau tawur di Bali. (Foto: ANTARAFoto)
Gianyar -

Putu S mengakui telah merekam video yang memperlihatkan alat kontrasepsi berisi tulisan tak patut di Pura Dalem Puri, kawasan Pura Samuan Tiga, Gianyar.

Selanjutnya, pemuda asal Tabanan itu sudah menyampaikan maaf atas perbuatannya di hadapan prajuru desa, pengurus pura, dan beberapa umat di pura tersebut, Jumat (29/4/2022) malam.

Putu S menyanggupi akan menggelar upacara mecaru, serta guru atau bendu piduka di Pura Samuan Tiga sesuai arahan prajuru pura.


Lantas apa makna dari upacara mecaru dan guru piduka jika dikaitkan dengan peristiwa video Tiktok yang viral itu?

Bandesa Pura Samuan Tiga, Gusti Ngurah Serana menjelaskan, masyarakat Bali pada umumnya meyakini setiap kawasan di manapun dianggap sebagai tempat yang disucikan. Karena itu, masyarakat Bali sebisa mungkin menjaga norma etika saat sedang berada di suatu tempat. Tidak terkecuali di pura.

Masyarakat Bali umumnya juga meyakini jika berbuat hal yang buruk di kawasan suci, akan menuai hasil yang buruk bagi orang yang melakukan maupun orang sekitarnya.

Dalam kepercayaan Hindu Bali, salah satu upaya mengembalikan aura negatif dari hasil perbuatan buruk itu kembali bersih secara niskala, yakni dengan menggelar upacara mecaru dan bendu piduka.

Dikutip dari beberapa sumber, secara etimologi, bendu bermakna perbuatan buruk. Sedangkan piduka berarti berduka. Jadi jika ditarik maknanya, prosesi bendu piduka dilakukan untuk memohon ampun atas perbuatan buruk yang telah menimbulkan duka.

Dalam kasus video Tiktok alat kontrasepsi di Pura Samuan Tiga, perbuatan itu dinilai telah mengotori kawasan pura secara niskala.

Menurut Gusti Ngurah Serana, alat kontrasepsi (kondom) bukan barang yang sepantasnya dibawa ke tempat suci. Tindakan itu juga dianggap tindakan melecehkan kawasan suci seperti kawasan kotor.

"Apalagi berisi kata tempat ngalih lonte (mencari pelacur), berarti pura sudah dianggap sebagai tempat begitu. Ini sama saja seperti meruntuhkan vibrasi Pura Samuan Tiga yang sudah dikenal sejak dulu bersejarah," tegas Ngurah Serana, Sabtu (30/4/2022).

Secara niskala, upacara Bendu Piduka digelar dengan menghaturkan sarana upakara atau banten guru piduka di tempat orang tersebut membuat kekotoran.

Upacara itu digelar untuk menetralisasi leteh (kekotoran) atau pengaruh negatif di suatu kawasan atau tempat suci. Sarana yang dihaturkan ada dua, yakni banten maguru piduka dan tetebasan bendu piduka.

"Sarana ini dihaturkan di tempat dia berbuat salah. Tujuannya untuk memohon maaf dan janji agar tidak mengulangi perbuatannya ke hadapan-Nya. Wujud tulus ikhlas dari yang bersangkutan agar nanti senantiasa diberikan keselamatan," papar Gusti Ngurah Serana.

Upacara akan dipandu pemangku adat atau pemangku pura setempat. Gusti Ngurah Serana juga menyebut akan digelar upacara mecaru.

Dijelaskan, mecaru adalah ritual pembersihan secara Hindu Bali di area atau kawasan yang dianggap telah kotor.

Mecaru menggunakan sarana yang disebut caru dan dilaksanakan di saat-saat tertentu. Caru juga sebagai bentuk pengorbanan suci seseorang demi kembalinya fungsi atau keseimbangan alam yang telah kotor. Sehingga sarana caru dimaknai sebagai media untuk menetralisir unsur-unsur alam agar kembali netral.

Sarana caru biasanya memakai hewan sebagai kurban. Yang paling sering dipakai adalah sarana kurban ayam brumbun. Umumnya ayam brumbun memiliki bulu putih, kuning, merah hitam, dan campuran.

Gusti Ngurah Serana menegaskan, dalam kasus video Tiktok yang viral, upacara mecaru dan bendu piduka digelar di Pura Dalem Puri dan Pura Samuan Tiga yang masih ada dalam satu kawasan.

"Sedangkan mecaru digelar di jaba Pura Dalem Puri Samuan Tiga karena secara lokus, video itu dibuat di sana," tegasnya.



Simak Video "Detik-detik Kapal Cepat Nusa Penida-Sanur Tenggelam"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)