detikBali

Kerajinan Anyaman Bambu Sidatapa Menuju Produk Kreatif Unggulan

Terpopuler Koleksi Pilihan

Kerajinan Anyaman Bambu Sidatapa Menuju Produk Kreatif Unggulan


Tim detikBali - detikBali

Tim Undiksha dalam program pengabdian di Sentra Kerajinan Anyaman Bambu Sidatapa
Tim Undiksha dalam program pengabdian di Sentra Kerajinan Anyaman Bambu Sidatapa (Foto: Dok Undiksha)
Buleleng -

Kerajinan anyaman bambu sebagai produk unggulan di Desa Sidatapa, Kabupaten Buleleng, terus diperkuat. Inovasi produk berbasis budaya lokal hingga regenerasi perajin dioptimalkan.

Hal ini yang menjadi misi dari program "Youth Empowerment: Implementasi Program Youth Empowerment" yang dijalankan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) di Desa Sidatapa, Kabupaten Buleleng. Program ini menargetkan pengembangan berkelanjutan Desa Sidatapa sebagai Sentra Kerajinan Anyaman Bambu.

Program ini diketuai I Nyoman Sila dengan anggota tim I Made Aditya Dharma, Anak Agung Istri Dewi Adhi Utami, dan Uzlifatul Hazanah. Pada tahun kedua, program diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pemuda Desa Sidatapa dalam mengembangkan produk anyaman bambu, khususnya produksi lampion, sekaligus memperkuat kemampuan kelompok perajin melalui pemanfaatan teknologi tepat guna, inovasi desain, dan strategi branding.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Program ini dimulai sejak Selasa, 30 Juni 2026 dan berlangsung dalam 12 pertemuan hingga 7 Agustus 2026. Kegiatan pembukaan yang berlangsung di Kantor Perbekel Desa Sidatapa tersebut menjadi awal pelaksanaan rangkaian Program Youth Empowerment Tahun ke-2.

Turut hadir Sekretaris Desa Sidatapa sebagai perwakilan dari Perbekel Desa Sidatapa yang tidak dapat hadir, kelompok perajin anyaman bambu Lampion Ananta Desain, serta anggota Karang Taruna Dharma Sesana Desa Sidatapa.

ADVERTISEMENT

Dalam sambutannya, I Nyoman Sila, mengatakan salah satu fokus utama Program Youth Empowerment adalah meningkatkan kapasitas pemuda Sidatapa dalam bidang produksi lampion dari anyaman bambu. Kegiatan ini memberikan ruang bagi generasi muda untuk terlibat langsung dalam pengembangan kerajinan lokal sekaligus meningkatkan keterampilan yang dapat mendukung kegiatan produktif.

Pelibatan pemuda menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kerajinan anyaman bambu. Pemuda tidak hanya diharapkan menjadi penerus keterampilan yang telah berkembang di masyarakat, tetapi juga mampu mengembangkan produk melalui kreativitas dan inovasi sesuai dengan kebutuhan saat ini.

"Pengembangan lampion dari anyaman bambu menjadi salah satu bentuk pengembangan produk yang diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah kerajinan lokal. Potensi anyaman bambu Sidatapa diarahkan untuk berkembang menjadi produk kreatif yang tetap mempertahankan karakter budaya lokal," ungkap dia.

Manfaatkan Teknologi Tepat Guna dan Kembangkan Nilai Produk

Selain meningkatkan keterampilan produksi, kata I Nyoman Sila, program juga mendorong pemanfaatan teknologi. Pemanfaatan teknologi diarahkan untuk membantu proses produksi sekaligus meningkatkan efisiensi kerja perajin.

Penguatan program juga dilakukan melalui inovasi desain dan strategi branding. Pengembangan desain diarahkan agar produk lampion dan kerajinan anyaman bambu memiliki nilai tambah serta tampilan yang lebih menarik, sementara strategi branding ditujukan untuk memperkuat identitas produk.

"Inovasi tetap memperhatikan karakter budaya lokal yang melekat pada kerajinan anyaman bambu Sidatapa. Dengan demikian, pengembangan produk tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga identitas budaya masyarakat setempat," jelas dia.

Perkuat Regenerasi dan Keberlanjutan Usaha Kerajinan

Rangkaian kegiatan Program Youth Empowerment diharapkan dapat mempertemukan potensi budaya lokal dengan pengembangan ekonomi kreatif. Kolaborasi antara pemuda, kelompok perajin, dan Karang Taruna menjadi bagian dari upaya membangun keberlanjutan kerajinan anyaman bambu di Desa Sidatapa.

Tim Pengabdian Desa Binaan berharap program ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Sidatapa, khususnya dalam meningkatkan kapasitas pemuda dan kelompok perajin, mengembangkan inovasi produk, serta memperkuat identitas budaya lokal melalui kerajinan anyaman bambu. Dengan demikian, anyaman bambu Sidatapa tidak hanya tetap hidup sebagai warisan budaya, tetapi juga dapat berkembang sebagai produk kreatif yang memiliki nilai tambah dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Program Pemberdayaan Berbasis Kewirausahaan dengan ruang lingkup Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah ini didukung oleh pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Tahun 2026, dengan nomor kontrak induk 182/C3/DT.05.00/PM-MULTITAHUN/2026 dan nomor kontrak turunan 281/UN48.16/PM.01.01/2026.



(mud/mud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads