Benarkah Matcha Bisa Bantu Konsentrasi?

Benarkah Matcha Bisa Bantu Konsentrasi?

Hafizna Irasa Hasibuan - detikSumut
Rabu, 04 Nov 2026 12:10 WIB
Ilustrasi matcha
Foto: Getty Images/Arx0nt
Medan -

Matcha belakangan semakin populer sebagai minuman yang banyak dikonsumsi anak muda. Selain memiliki warna hijau yang khas, bubuk teh asal Jepang ini juga dikenal mengandung berbagai senyawa yang dikaitkan dengan manfaat kesehatan.

Salah satu kandungannya adalah L-theanine, yaitu asam amino yang terdapat dalam daun teh. Senyawa ini sering dikaitkan dengan efek relaksasi dan kemampuan menjaga kewaspadaan. Lantas, benarkah kandungan L-theanine dalam matcha bisa membantu seseorang lebih fokus saat belajar atau bekerja?

Mengenal L-Theanine dalam Matcha

Matcha merupakan bubuk teh hijau yang dibuat dari daun tanaman Camellia sinensis. Berbeda dengan teh hijau biasa yang diseduh lalu ampas daunnya dibuang, matcha dikonsumsi dalam bentuk bubuk sehingga seluruh bagian daun yang telah diolah ikut diminum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain L-theanine, matcha juga mengandung kafein. Kedua senyawa ini menjadi perhatian peneliti karena memiliki peran berbeda. L-theanine dikaitkan dengan relaksasi, sedangkan kafein membantu meningkatkan kewaspadaan.

Penelitian Ungkap Potensi Matcha untuk Konsentrasi

Penelitian yang dilakukan Yoshitake Baba dan rekan-rekannya pada 2021 mengamati pengaruh konsumsi matcha terhadap fungsi perhatian. Studi tersebut melibatkan 42 orang dewasa sehat berusia 25-34 tahun di Jepang.

ADVERTISEMENT

Penelitian menggunakan metode acak, tersamar ganda, dan terkontrol plasebo. Hasilnya menunjukkan konsumsi matcha selama dua minggu berpotensi membantu mempertahankan fungsi perhatian setelah peserta mengalami stres psikologis akut ringan. Peserta yang mengonsumsi matcha juga menunjukkan waktu reaksi lebih baik dalam tes Stroop dan ketepatan lebih tinggi dalam tes persepsi emosi dibandingkan kelompok plasebo.

Temuan ini menunjukkan adanya potensi manfaat matcha terhadap kemampuan perhatian. Namun, penelitian itu tidak membuktikan matcha bisa meningkatkan kecerdasan atau membuat seseorang selalu lebih fokus dalam segala situasi.

Kombinasi L-Theanine dan Kafein

Salah satu hal yang menarik dari matcha adalah kombinasi L-theanine dan kafein di dalamnya. Dalam penelitian Baba dan rekan-rekannya, kedua senyawa itu dibahas sebagai kandungan bioaktif yang diduga bekerja bersama dalam mendukung fungsi perhatian.

L-theanine dikaitkan dengan efek relaksasi dan pengurangan respons stres, sementara kafein berperan sebagai stimulan yang membantu meningkatkan kewaspadaan. Kombinasi keduanya diduga berkontribusi terhadap hasil yang ditemukan dalam penelitian tersebut.

Manfaat yang diamati tidak bisa dikaitkan hanya dengan L-theanine karena matcha mengandung beberapa senyawa aktif sekaligus.

Jangan Berlebihan Mengonsumsi Matcha

Meski memiliki sejumlah potensi manfaat, konsumsi matcha tetap perlu diperhatikan. Kandungan kafein di dalamnya dapat memicu gangguan tidur, rasa gelisah, atau jantung berdebar pada orang yang sensitif, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan.

Karena itu, matcha sebaiknya dikonsumsi secukupnya dan tidak dijadikan pengganti pola hidup sehat. Konsentrasi dan kemampuan berpikir juga dipengaruhi banyak hal, seperti kualitas tidur, asupan makanan, kondisi kesehatan, dan kebiasaan sehari-hari.

Pada akhirnya, matcha berpotensi mendukung kemampuan perhatian melalui kombinasi kandungan L-theanine dan kafein. Namun, manfaatnya tidak bisa dianggap sebagai solusi instan untuk meningkatkan fokus. Minuman ini tetap perlu ditempatkan sebagai bagian dari pola konsumsi yang seimbang.

Artikel ini ditulis oleh Hafizna Irasa Hasibuan, Peserta Maganghub Kemnaker di detikcom



(nkm/nkm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads