Benarkah Multitasking Membuat Pekerjaan Lebih Lambat? Ini Kata Penelitian

Benarkah Multitasking Membuat Pekerjaan Lebih Lambat? Ini Kata Penelitian

Hafizna Irasa Hasibuan - detikSumut
Rabu, 04 Nov 2026 09:00 WIB
Stress, anxiety and multitasking business woman with headache from workload and laptop deadline in office. Burnout, frustration and overwhelmed lady exhausted, procrastination in toxic workplace
Foto: Getty Images/Jacob Wackerhausen
Medan -

Pernah membalas pesan saat sedang mengerjakan tugas, membuka media sosial ketika mengikuti rapat, atau menonton video sambil menyelesaikan pekerjaan? Kebiasaan melakukan beberapa aktivitas dalam waktu bersamaan ini dikenal dengan istilah multitasking.

Multitasking merupakan aktivitas mengerjakan dua atau lebih tugas dalam waktu bersamaan. Kebiasaan ini semakin mudah dilakukan karena adanya teknologi informasi, seperti ponsel, laptop, dan internet.

Namun, ketika seseorang harus memperhatikan beberapa hal sekaligus, fokusnya bisa terbagi. Akibatnya, informasi dari pekerjaan yang sedang dilakukan berisiko tidak terserap dengan baik. Perpindahan perhatian juga dapat membuat seseorang membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan tugas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penelitian Ungkap Multitasking Bisa Menurunkan Produktivitas

Hubungan antara multitasking dan produktivitas pernah diteliti oleh Galang Arga Marendha dan rekannya dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) 2016 itu melibatkan 100 mahasiswa ITS. Para responden diminta mengerjakan beberapa skenario tugas menggunakan komputer dan peramban internet.

Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan produktivitas ketika responden mendapat tambahan pekerjaan. Peneliti menemukan penambahan kuantitas tugas dapat menurunkan kualitas dan kecepatan penyelesaian pekerjaan.

ADVERTISEMENT

Dalam penelitian tersebut, pengaruh multitasking terhadap produktivitas pada masing-masing skenario tercatat sebesar 33,1%, 23,6%, dan 24,8%. Peneliti juga menjelaskan hasil multitasking dapat berbeda pada setiap individu dan jenis pekerjaan.

Temuan ini menunjukkan bahwa mengerjakan lebih banyak tugas tidak otomatis membuat seseorang lebih produktif. Jumlah pekerjaan yang diselesaikan perlu dilihat bersama kualitas hasil dan waktu yang dibutuhkan.

Tidak Semua Penelitian Menunjukkan Hasil yang Sama

Pengaruh multitasking terhadap kinerja tidak selalu menunjukkan hasil yang sama. Penelitian lain yang dilakukan Kelly Padmadevi dan rekannya dari Universitas Tarumanagara memberikan temuan berbeda.

Penelitian berjudul Multitasking dan Transformational Leadership terhadap Work Performance pada Karyawan Fakultas Ekonomi & Bisnis UNTAR II 2026. Hasil analisis menunjukkan multitasking tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan dalam penelitian tersebut. Artinya, berdasarkan data yang diperoleh, kebiasaan melakukan beberapa pekerjaan sekaligus tidak terbukti berhubungan secara signifikan dengan tingkat kinerja responden.

Perbedaan hasil kedua penelitian ini memperlihatkan bahwa dampak multitasking dapat bergantung pada karakteristik responden, jenis tugas, serta situasi pekerjaan. Penelitian terhadap mahasiswa ITS dan karyawan Universitas Tarumanagara juga memiliki konteks dan metode pengamatan yang berbeda.

Bagaimana agar Tidak Terjebak Multitasking?

Pertama, tentukan prioritas pekerjaan. Selesaikan tugas yang paling penting atau memiliki tenggat waktu terdekat sebelum beralih ke pekerjaan lainnya.

Kedua, kurangi gangguan saat sedang berkonsentrasi. Notifikasi ponsel atau pesan yang tidak mendesak bisa ditunda agar perhatian tidak terus-menerus teralihkan.

Ketiga, kerjakan tugas berdasarkan jenis dan tingkat kesulitannya. Pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi sebaiknya mendapat waktu khusus tanpa diselingi aktivitas lain.

Keempat, berikan jeda sebelum berpindah ke pekerjaan berikutnya. Cara ini membantu seseorang menyelesaikan satu tugas terlebih dahulu sebelum memusatkan perhatian pada tugas yang berbeda.

Pada akhirnya, multitasking memang bisa terasa praktis ketika menghadapi banyak pekerjaan. Namun, menyelesaikan beberapa hal sekaligus belum tentu menjadi cara paling efektif untuk meningkatkan produktivitas.

Yang perlu diperhatikan bukan hanya seberapa banyak pekerjaan yang berhasil diselesaikan, tetapi juga kualitas hasil dan waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakannya.

Artikel ini ditulis oleh Hafizna Irasa Hasibuan, Peserta Maganghub Kemnaker di detikcom.



(afb/afb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads