Sasagun merupakan makanan tradisional khas Sumatera Utara yang lekat dengan kehidupan masyarakat Batak. Hidangan ini tidak hanya hadir sebagai camilan, tetapi juga bagian dari tradisi dan makna kebersamaan.
"Sasagun dikenal sebagai makanan tradisional dari Sumatera Utara, khususnya dalam budaya masyarakat Batak. Hidangan ini lazim disajikan dalam acara adat, perayaan keluarga, maupun sebagai bekal bagi anak cucu yang akan merantau," ujar Zaitun, dosen Operasional Tata Boga Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan.
Lebih dari sekadar makanan, sasagun juga menjadi simbol kasih sayang dalam keluarga. Biasanya, sasagun dibuat oleh orang tua di rumah lalu diberikan kepada anak cucu sebagai bekal dan bentuk perhatian saat merantau.
"Secara turun-temurun, sasagun dibuat oleh orang tua di rumah, lalu diberikan kepada anak cucu sebagai bentuk cinta dan perhatian. Tradisi ini menjadikan sasagun bukan sekadar makanan, tetapi juga medium penyampai restu dan pesan kehidupan," lanjutnya.
Dalam kehidupan masyarakat Batak terdahulu, sasagun juga memiliki fungsi praktis sebagai bekal perjalanan jauh. Makanan ini dibawa saat berkunjung ke kerabat, musim panen, hingga saat berada dalam kondisi tertentu seperti masuk hutan atau situasi perang pada masa kolonial.
"Lebih dari itu, sasagun dulunya biasa dikonsumsi untuk situasi khusus, misalnya saat akan memasuki hutan selama berhari-hari, maupun saat berperang di masa kolonial," katanya.
Simak Video "Video: Kerupuk Tette, Makanan Unik Berbentuk Lonjong Panjang Khas Madura"
(astj/astj)